Selasa, 26 Januari 2021

Manusia Purba di Dunia

Assalamualaikum
Selamat pagi semua semoga semua dalam keadaan sehat dan tetap semangat yah
pada materi minggu lalu kita sudah mempelajari tentang jenis jenis dan ciri ciri manusia purba yang ada di Indonesia, pertanyaan nya apakah kalian yakin bahwa manusia purba itu adalah nenek moyang kamu? tentu kalian semua sudah memberikan jawaban serta alasan pada kolom komentar e learning yah....
nah pada materi hari ini kita akan mempelajari tentang jenis jenis manusia purba yang ada di dunia, adapun tujuan dari pembelajaran kita hari ini di harapkan kalian tau jenis jenis manusia purba yang ada di duia serta perkembangannya. langsung aja yah kita masuk ke materi

Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama kalian tentu sudah mempelajari tentang manusia purba, akan tetapi pelajaran nya sebagaian besar hanya mempelajari manusia purba yang ada di Indonesia, tentu saja kalian akan berpikir dari mana sih asal manusia purba yang ada di Indonesia, tentu saja manusia purba yang ada di Indonesia merupakan manusia purba yang bermigrasi dari luar Indonesia, dikatakan bahwa manusia purba yang tertua di dunia berasal dari Afrika, dan dikatakan pula sebagai nenek moyang nya manusia purba, merekapun melakukan migrasi ke berbagai wilayah di dunia untuk mempertahankan hidupnya, kita ketahui zaman awal kehidupan manusia purba mereka semua mangandalkan makanan dari alam, ketika sumber makanan tersebut habis maka mereka akan melakukan perpindahan mencari sumber makanan yang baru yang mengakibatkan mereka menyebar ke seluruh dunia. untuk lebih jelasnya kita bahas jenis jenis dan ciri ciri manusia purba dari berbagai wilayah di dunia.
1. Asia
Manusia purba dari Asia di antaranya adalah Sinanthropus Pekinensis, manusia purba ini berasal dari cina. Manusia purba jenis ini hidup bersamaan dengan manusia purba yang ada di Indonesia yakni Pithecanthropus. Dikarenakan hidup bersamaan dengan Pithecanthropus sehingga manusia purba Sinanthropus Pekinensis sudah mengenal api layaknya Manusia Pithecnthropus.Pertama kali diperoleh di Zhoukoudian (Zhou Kou Tien), dekat Beijing, Tiongkok. Daerah tersebut yang sering disebut dengan Peking membuat fosil Sinanthropus Pekinensis dinamai sebagai manusia Peking Man.Mereka dikelompokkan sebagai manusia purba berdasarkan giginya yang ditemui oleh arkeolog, Davidson Black tahun 1927. Walaupun manusia purba, volume otaknya diperkirakan sekitar 1.000 cm3-1.300 cm3, sama seperti volume otak manusia saat ini. manusia purba ini hidup sekitar 780.000-230.000 tahun yang lalu

                               Fosil Sinanthropus Pekinensis
beriku adalah ciri-ciri Sinanthropus Pekinensis
  • Kapasitas tulang tengkorak sekitar 1000 cm3.
  • Memiliki tengkorak yang pipih pada wajah.
  • Memiliki dahi kecil
  • Sebuah lunas dekat atas kepala sebagai pelengkap otot
  • Tinggi badan sekita 165 – 180 cm
  • Bagian belakang tampak menonjol
  • Langit – langit mulut besar
  • Gigi Modern (taring dan gigi besar)
2. Manusia Purba dari Afrika
     a. Australopithecus Africanus 
Ditemukan oleh Raymond Dart di dekat sebuah pertambangan Taung, Tanjung Harapan (Bostwana), pada tahun 1924. Setelah direkonstruksi ternyata membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5-6 tahun. Fosil ini di beri nama Australopithecus Africanus, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia. Selanjutnya, Robert Broom menemukan fosil serupa yang berupa tengkorak orang dewasa di tempat yang sama. Hidup sekitar 3.3-2.1 juta tahun yang lalu
                                                                  Australipithecus Africanu

Ciri-Ciri Australipithecus Africanus, yaitu:
  • Memiliki tinggi ± 1,5 m
  • Volume otak 450-600 cc
  • Memiliki tubuh yang ramping
  • Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh 20-40% lebih tinggi, 30-40% lebih berat dari perempuan.
  • Umur sekitar 3,0-2,3 juta tahun.
  • Makanan yaitu,buah, kacang, biji dan umbi akar
  • Hidup di semak-semak di hutan kayu.
    b. Ardipithecus Ramidus
Fosil manusia purba ini ditemukan di Ethiopia, Afrika bagian timur, oleh Yohannes Haile Selassie di tahun 1994 dan sering dipanggil “Ardi”. Bagian tubuhnya yang tersisa berupa tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki yang berjumlah 35 bagian. Saat itu, fosil Ardi berada di sekitar fosil hewan yang mengindikasikan bahwa mereka hidup di hutan. Diketahui bahwa jenis manusia purba ini memiliki berat sekitar 50 kg, tinggi sekitar 120 cm, pemakan buah-buahan, daun, serta mamalia kecil. Otot kakinya besar dan volume otak sama dengan milik simpanse. Meski begitu, gigi seri dan taring Ardi lebih besar dari kera. Diduga, ia juga pandai memanjat pohon dan mampu berjalan tegak, lho, berbeda 'kan dengan kera yang jalannya bungkuk? manusia purba ini Hidup sekitar 4.4 juta tahun yang lalu, tua sekali yahh dia hehehehe

                                                            Rekonstruksi Ardipithecus Ramidus
Ciri ciri Ardipithecus Ramidus

  • Berat badan rata-rata 50 kg
  • Tingggi 120 cm
  • Rahang menonjol
  • Masih menggunakan kebudayaan batu kasar
    c. Homo Rhodesiensis
Penambang bernama Tom Zwiglaar di tahun 1921 tidak sengaja menemuka fosil Homo Rhodesiensis saat sedang mencari bijih besi di gua-gua di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Afrika Timur. Hidup sekitar 400.000-125.000 tahun yang lalu


Ciri-Ciri Homo Rudolfensis, yaitu:
  • diklaim berusia 2,4 j
  • memiliki otak besar
  • primata berbadan tegap
  • merupakan grup yang diyakini sebagai cikal bakal manusia modern saat ini, dan jutaan tahun lalu tinggal di dekat Lake Turkana atau kini Kenya.
  • Wajah berbentuk panjang dan panjang

                                                       Fosil Tengkorak Homo Rudolfensis

    3. Manusia Purba di Eropa
    a. Homo Neanderthal
Di benua Eropa, pada tahun 1856 diketemukan fosil manusia zaman prasejarah berupa tempurung kepala dan beberapa tulang anggota tubuh yang diberi nama Homo Neanderthalensis, oleh Rudolph Virchow. Tepatnya di Gua Neanderthal, dekat Dusseldorf, Jerman Barat. Diperkirakan mahluk ini hidup pada pertengahan Pleistosen, ± 500.000 sampai 50.000 yang lalu. Umur: 150.000 dan 30.000 tahun.

    b. Homo Cro-Magnon
Pada tahun tahun 1868, ditemukan fosil Homo Cro-Magnon di gua Cro Magnon di dekat Les Eyzies, Prancis. Ciri fisiknya mendekati manusia masa kini, umurnya sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu. Cro-Magnon diperkirakan sebagai manusia modern (Homo Sapiens) tertua dari Eropa. Para arkeolog memperkirakan mereka sebagai nenek moyang ras Kaukasoid di Eropa. Homo Cro-magnon kemungkinan memasuki Eropa dari Timur Tengah dan akhirnya menggantikan Homo Neanderthal. Homo Cro-magnon hidup dengan berburu dan meramu makanan, mengumpulkan buah-buahan dan akar-akaran, serta berburu hewan liar. Mereka tinggal di dalam gua dan kemah sederhana. Homo Cro-magnon diperkirakan telah mampu berkomunikasi dan memiliki lebih banyak kosakata dibanding Homo Neanderthal. Mereka juga mulai menciptakan karya seni, seperti lukisan yang ditemukan di dinding gua-gua Perancis, Spanyol, dan Gurun Sahara. Selain itu, mereka juga sudah membuat perhiasan, mainan, pakaian, tempat tinggal, perkakas, dan senjata untuk berburu.
                                                       Rekonstruksi Homo Cro-Magno

Ciri-ciri Homo Neandherthalensis adalah:
  • Bentuk badannya pendek
  • Tulang paha melengkup ke muka,seperti pada kera
  • Tengkoraknya besar dan berat karena,panjangnya dan rendahnya tulang dahi.
  • Air mukanya, panjang,hidung penyet dan lebar
  • Tangannya pendek dan kuat
nahhhh sudah kita bahas nih jenis jenis serta ciri ciri manusia purba yang ada di dunia, jika kalian perhatikan manusia purba tertua berasal dari afrika yang hidup sekitar 4 juta tahun yang lalu, bisa di bayangkan betapa tua nya mereka tentu saja bukan waktu yang singkat dari manusia purba yang sangat primitif berubah menjadi manusia purba modren atau jenis homo sapiens, mereka juga harus melalui tahapan beradaptasi untuk bisa menyesuaikan pada lingkungan nya, hal itu juga yang mengakibatkan bentuk fisik mereka berubah mulai dari bentuk tubuh hinggan otak yang terus mengalami evolusi.


                                   gambar perkembangan tengkorak manusia purba dan gorila

jika kalian perhatikan gambar di atas, terdapat perkembangan otak manusia purba dari yang sederhana menuju manusia purba modern, terlihat jelas perkembangan pada tengkorak dan tentu berpengaruh ke perkembangan otak yaitu meningkatnya volume otak, semakin besar volum otak maka daya ingat dan berpikir juga semangkin meningkat, hal ini lah yang menyebabkan berkembangnya manusia purba modern, di atas juga terdapat tengkorak gorila yang dapat kalian lihat perbedaan nya dengan tengkorak manusia purba.
cukup sampai di sini materi kali ini, seperti biasa silahkan menjawab pertanyaan dengan cara menulis di kolom komentar pada e-learning...

pertanya : Bagaimana perkembangan manusia purba sehingga mereka bisa tersebar di seluruh dunia, dan jelaskan perkembangan manusia purba menuju manusia purba modern?
silahkan tuliskan jawaban pada kolom komentar di e-learning, ingat yah jika tidak aktif d e learning maka tidak ada nilai tambahan


bagi kalian yang kurang memahami materi bisa di lanjutkan dengan menonton vidio 

tetap jaga kesehatan yahhh, sampai jumpa di materi berikutnya minggu depan


 


Kamis, 21 Januari 2021

TEORI TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA


Assalamualaikum gaes gmn nih kabarnya semua? semoga dalam keadaan sehat yah dan jangan lupa untuk tetap semangat yah dalam belajar, ingat semester ini adalah semester penentu kenaikan kelas jadi saya harap semuanya lebih aktif lagi yah dalam belajar
pada semester lalu kita telah membahas tentang masuk dan berkembangnya agama Hindu Budha di Indonesia nahhh pada kali ini kita akan membahas tentang masuk dan berkembangnya agama Islam ke Indonesia di harapkan setelah mempelajari materi hari ini kita dapat memahami teori teori masuknya Islam ke Indonesia dan perkembangan Islam ke Indonesia.
jadi nih gaes ada beberapa teori tentang masuknya Islam ke Indonesia, tentu saja setiap teori ini memiliki bukti tersendiri. Sebelum menjadi agama yang paling banyak dianut oleh orang Indonesia, Islam adalah salah satu agama yang diperkirakan datang karena adanya pedagang yang singgah di Nusantara. Lalu, bagaimana ya awal mula Islam masuk ke Nusantara? Supaya lebih jelas, yuk simak penjelasan tentang teori teori masuknya Islam ke Nusantara.

1. Teori Gujarat
Teori ini beranggapan bahwa agama dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka. Teori ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara sekitar abad ke 13, melalui kontak para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu.
Teori ini juga diperkuat dengan penemuan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh S. Hurgronje dan J. Pijnapel.
1. Batu nisan Sultan Samudera Pasai Malik al-Saleh tahun 1297 dengan corak khas batu nisan pekuburan Islam dari Gujarat
2. Corak Islam di Indonesia dan Gujarat sama-sama dipengaruhi aliran Sufi
3. Adanya jalur perdagangan yang erat antara India dan China

                                      gambar 1.1 Makam Sultan Malik al-Saleh

nah gaes nisan makam Sultan Malik al-Saleh ini menjadi bukti bahwa Islam itu di bawa dari Gujarat karena ada persamaan nisan yang ada di Gujarat dan nisan pada Makam Malik as-Saleh

2. Teori Persia

Umar Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia, bukan dari Gujarat. Persia adalah sebuah kerajaan yang saat ini kemungkinan besar berada di Iran.Teori ini tercetus karena pada awal masuknya Islam ke Nusantara abad ke 12, ajaran yang marak saat itu adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia. Selain itu, adanya beberapa kesamaan tradisi Indonesia dengan Persia dianggap sebagai salah satu penguat.
Contohnya adalah peringatan 10 Muharam Islam-Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik/Tabut di beberapa wilayah Sumatera, upacara ini memperingati wafatnya Husein Bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad, pada pertempuran Karbala, yang terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriyah (bertepatan dengan 10 Oktober 680 M). Peringatan ini ditandai dengan arakan tabuik ke laut.


                                    gambar 1.2 Upacara Tabuik/Tabut di Sumatra
Perayaan ini menjadi bukti yang diajukan dalam “Teori Persia” oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat

3. Teori Mekkah
Dalam teori ini dijelaskan bahwa Islam di Nusantara dibawa langsung oleh para musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia pada abad ke 7. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khalifah.
Selain itu, di Samudera Pasai mahzab yang terkenal adalah mahzab Syafi’i. Mahzab ini juga terkenal di Arab dan Mesir pada saat itu. Kemudian yang terakhir adalah digunakannya gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai seperti budaya Islam di Mesir. Teori inilah yang paling benyak mendapat dukungan para tokoh seperti, Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.
                                    gambar 1.3 Salah satu peninggalan makam di Barus/Baros
keberadaan kampung barus yang di diami oleh pedagang dari arab inilah menjadi salah satu bukti pada abad ke 7 Islam sudah masuk ke Indonesia dan di bawa oleh orang arab.

4. Teori Cina

Lain halnya dengan Slamet Mulyana dan Sumanto Al Qurtuby, mereka berpendapat bahwa sebenarnya kebudayaan Islam masuk ke Nusantara melalui perantara masyarakat muslim China.
Teori ini berpendapat, bahwa migrasi masyarakat muslim China dari Kanton ke Nusantara, khususnya Palembang pada abad ke 9 menjadi awal mula masuknya budaya Islam ke Nusantara. Hal ini dikuatkan dengan adanya bukti bahwa Raden Patah (Raja Demak) adalah keturunan China, penulisan gelar raja-raja Demak dengan istilah China, dan catatan yang menyebutkan bahwa pedagang China lah yang pertama menduduki pelabuhan-pelabuhan di Nusantara.

silahkan juga simak vidionya yah gaes biar lebih bisa memahami materi hari ini



sudah di bahas gaes tentang teori teori masuknya Islam ke Indonesia, dari setiap teori memiliki bukti bukti tersendiri, tinggal kita saja nih gaes menyimpulkan dari teori teori tadi gaes.,,nanti kesimpulanya tuliskan di kolom komentar di e-learning yah gaes hehehe


Selasa, 19 Januari 2021

Perkembangan Manusia Purba di Indonesia


Assalamualaikum bagaimana kabar hari ini? semoga semua pada sehat dan tetap semangat yah jangan lupa semester 2 ini adalah penentu kenaikan kelas, jadi saya harap pada semester ini kalian semua lebih aktif lagi dalam belajar...
pada semester 2 ini kita akan mempelajari 3 kopetensi dasar
1. Menganalisis persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan nonfisik
2. Menganalisis kehidupan awal manusia Indonesia dalam aspek kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini
3. Menganalisis peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan peradaban masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial

Pada hari ini kita akan mempelajari tentang perkembangan manusia purba di Indonesia, di harapkan setelah mempelajari materi ini kalian akan tahu bagaimana perkembangan manusia purba di Indonesia dan tentunya kalian dapat membedakan antara manusia purba dan manusia modern di lihat dari fisik maupun nonfisiknyaManusia purba atau yang biasa disebut dengan manusia prasejarah adalah manusia yang hidup sebelum tulisan ditemukan. Cara hidup mereka masih sangat sederhana dan masih sangat bergantung pada alam. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa situs tempat dimana fosil manusia purba banyak ditemukan, seperti di Mojokerto, Solo, Ngandong, Pacitan, atau yang paling terkenal yaitu Sangiran.

Pencarian manusia purba di Indonesia dilakukan dalam 3 tahap, yaitu :
– Tahap Pertama (1889-1909).
Pada tahap ini pencarian fosil manusia purba dilakukan oleh Van Rietchoten yang menemukan fosil manusia purba jenis Homo ditemukan di Wajak, Tulung Agung, Jawa Timur. Fosil yang ditemukannya diberi namaHomo Wajakensis. Penemuan yang dilakukan beliau menyebabkan seorang peneliti asal Belanda yang bernama Eugene Dubois yang semula meneliti di Sumatra mengalihkan penelitiannya ke Jawa.Eugene menemukan fosil Pithecanthropus Erectus di Trinil, Ngawi, Jawa Timur (1891).
– Tahap Kedua (1931-1941).
Pada tahap ini Oppenoorth, Ten Haar, Von Koenigsueld melakukan pencarian dari tahun 1931-1933 dan berhasil menemukan fosil Phitecanthropus Soloensis di sekitar sungai bengawan Solo,Ngandong, Blora, Jawa Tengah. Von Koenigsueld melanjutkan pencarian pada tahun 1936 dan berhasil menemukan Phitecanthropus Mojokertensis di Perning, Mojokerto, Jawa Timur.Pada tahun 1936-1941 Von masih melanjutkan pencarian dan menemukan Meganthropus Palaeojavanicus di Sangiran, Jawa Tengah.
– Tahap Ketiga (1952-sekarang).
Pada tahap ini Prof. Dr. Teuku Jacob
Pada tahap ini pencarian fosil manusia purba dipimpin oleh Prof. Teuku Jacob (bos arkeolog Indonesia) yang menemukan jenis fosil manusia purba yang sama dengan yang ditemukan sebelumnya yaitu Pithecanthropus.
Fosil-fosil manusia purba yang telah ditemukan di Indoneisa :
1. Homo wajakensis (Wajak, Aulung Agung, Jawa Timur)
2. Phitecanthropus Erectus (Trinil, Ngawi, Jawa Timur)
3. Phitecanthropus Soloensis (Ngandong, Blora, Jawa Tengah)
4. Phitecanthropus Mojokertensis (Perning, Mojokerto, Jawa Timur)
5. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran, Sragen, Jawa Tengah).
Ciri - Ciri Manusia Purba di Indonesia
1. Meganthropus (Manusia Purba Raksasa)
Fosil Meganthropus ditemukan oleh von Koeningswald di Sangiran tahun 1936 dan 1941. Ia menemukan fosil rahang manusia berukuran besar. Berdasarkan hasil rekonstruksi, para peneliti kemudian menamakannya Meganthropus Paleojavanicus yang berarti manusia raksasa dari Jawa.
Sebab, manusia purba jenis ini memiliki rahang yang besar dan kuat serta badan tegap. Meganthropus diperkirakan hidup di zaman Pleistosen awal dan hidup dengan cara mengumpulkan makanan,, yakni tumbuh-tumbuhan.
Berikut adalah ciri-ciri Meganthropus:
1. Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat
2. Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala
3. Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok
4. Tidak berdagu

2. Pithecanthropus (Manusia Purba Berjalan Tegak)
Fosil manusia purba jenis Pithecanthrophus adalah jenis fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus sendiri berarti manusia kera yang berjalan tegak.
Paling tidak terdapat tiga jenis manusia Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia, yaitu Pithecanthrophus erectus, Pithecanthropus mojokertensis, dan Pithecanthropus soloensis.
Berdasarkan pengukuran umur lapisan tanah, fosil Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia mempunyai umur yang bervariasi, yaitu antara 30.000 sampai 1 juta tahun yang lalu.

Ciri-Ciri Pithecanthropus Erectus
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri Pithecanthropus Erectus, diantaranya adalah:
1. Berjalan tegak, tetapi dalam struktur tengkoraknya mirip dengan struktur kera. Maka dikenal juga dengan manusia kera berjalan tegak.
2. Dengan struktur tengkorak mirip kera, maka dimungkinkan ukuran otaknya kecil.
3. Menyebabkan tingkat kecerdasan jenis manusia purba ini hampir sama namun diatas dengan insting hewan.
4. Pitecanthropus merupakan bangsa atau kaum pengumpul makanan (Food Gathering).
5. Kehidupan primitif pada masa itu tidak akan jauh berbeda dengan kehidupan kera di masa modern. Jenis manusia purba ini sangat di elukan oleh kalangan materialis, karena merupakan bukti adanya mahluk transisi yang menguatkan teori evolusinya Charles Darwin.

Ciri-Ciri Pithecanthropus Soloensis
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri Pithecanthropus Soloensis, diantaranya adalah:
1. Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
2. Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
3. Tinggi sekitar 165–180 cm.
4. Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
5. Memiliki rahang bawah yang kuat.
6. Memiliki tulang pipi yang tebal.
7. Tulang belakang menonjol dan tajam.
8. Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat

Ciri-Ciri Pithecanthropus Mojokertensis
Berikut ini adalah ciri-ciri manusia purba pithecanthropus mojokertensis, diantaranya adalah:
1. Memiliki badan tegap
2. Tidak mempunyai dagu
3. Memiliki kening yang menonjol
4. Tinggi badan 165-180 cm
5. Mempunyai volume otak 750-1.300 cc
6. Tulang geraham dan rangnya lebih kuat
7. Tulang tengkorak tebal
8. Memiliki tulang tengkorak yang lonjong
9. Hidup sekitar 2 sampai 2,5 juta tahun yang lalu

3. Homo (Yang Sempurna)
Fosil jenis Homo ini pertama kali diteliti oleh von Reitschoten di Wajak, lalu penelitian dilanjutkan oleh Eugene Dubois bersama kawa-kwan dan telah menyimpulkan sebagai jenis Homo. Jenis manusia homo ini memiliki ciri-ciri muka lebar, hidung dan mulutnya menonjol.
Pada bagian dahi juga masih tetap menonjol walaupun tidak semenonjol jenis Pithecanthropus. Untuk bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan manusia sekarang. Hidup dan perkembangan jenis manusia ini berkisar 40.000-25.000 tahun yang lalu. Untuk penyebarannya tidak hanya di Kepulauan Indonesia saja tetapi juga di Filipina dan Cina Selatan.
Homo sapiens yang artinya manusia sempurna baik dari segi fisik, volume otak maupun postur badannya yang secara umum tidak jauh berbeda dengan manusia modern. Terkadang Homo sapiens juga diartikan dengan manusa bijak karena telah lebih maju dalam segi berfikir dan menyiasati tantangan alam.
para ahli Paleoanthropologi dapat menggambarkan bahwa perbedaan morfologi antara homo sapiens dengan pendahulunya, Homo erectus. Rangka Homo sapiens kurang kekar posturnya jika dibandingkan dengan Homo erectus salah satu alasannya karena pada bagian tulang belulangnya tidak setebal dan juga tidak sekompak Homo erectus.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa secara fisik Homo sapiens jauh lebih lemah jika dibandingkan pendahulunya, yang memiliki ciri-ciri morfologis dan biometriks Homo sapiens yang menunjukkan karakter yang cukup terbilang lebih berevolusi dan lebih modern jika dibandingan dengan homo erectus. Homo sapiens memiliki kapasitas otak yang jauh lebih besar yakni rata-rata 1.400 cc. Dengan atap tengkorak yang terbilang jauh lebih bundar dan memiliki postur tubuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis Homo erectus yang memiliki tengkorak panjang dan rendah, dengan kapasitas otak 1.000 cc.

Berdasarkan bukti penemuan sejauh ini manusia modern awal dikepulauan Indonesia dan Asia Tenggara paling tidak telah hadir sejak 45.000 tahun yang lalu dalam perkembangannya kehidupan manusia modern ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap yakni :
1. Kehidupan manusia modern awal yang kehadirannya hingga akhir zaman es ( sekitar 12.000 tahun lalu ).
2. Kehidupan manusia modern yang hidupnya belakangan dan memiliki karakter yang berdasarkan fisiknya dikenal dengan sebutan sebagai ras Austromelanesoid.
3. Mulai disekitar 4.000 tahun lalu muncul penghuni baru dikepulauan indonesia yang dikenal sebagai penurut bahasa Austronesia, berdasarkan karakter fisiknya makhluk manusia ini tergolong dalam ras monglid ras inilah yang kemudian berkembang hingga menjadi bangsa indonesia sekarang.

- Homo Sapiens 

Homo Sapiens bisa diartikan sebagai manusia cerdas. Berasal dari zaman holosen. Bentuk tubuh Homo Sapiens sudah menyerupai dengan bentuk orang Indonesia sekarang. Pada masa itu, golongan manusia ini sudah memiliki strukur organisasi dan pembagian tugas.

Berdasarkan penelitian tersebut, tidak hanya bentuk fisik dari manusia purba, tetapi kehidupan sosialnya juga bisa kita kaji. Tentunya dengan penelitian yang intens dan dalam jangka waktu lama.Homo Sapiens mereferensikan bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki kelebihan dalam hal akal. Dengan mempelajari tentang Homo Sapiens, kehidupan kita bisa bertambah dalam khazanah dan pengalaman dengan produk tertentu.


Ciri-Ciri Homo Sapiens
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri homo sapiens, diantaranya adalah:
1.Volume otaknya antara 1.000 cc-1.200 cc;
2. Tinggi badan antara 130-210 m;
3. Otot tengkuk mengalami penyusutan;
4. Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan;
5. Muka tidak menonjol ke depan;
6. Berdiri dan berjalan tegak,
7. Berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.

Dengan melihat spesifikasi diatas, maka bisa kita ketahui bahwa jenis Homo Sapiens sudah menggunakan akalnya. Meskipun dalam hal sederhana, tetapi jenis ini sudah memiliki karakteristik berburu. Tidak hanya mengumpulkan makanan seperti halnya jenis lain.

Homo sapiens juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai banya ragam dan budaya serta ras. Dengan mentahnya teori evolusi pada masa sekarang ini, muncul asumsi bahwa ‘manusia kera’ adalah jenis manusia juga tetapi berbeda ras. Seperti halnya ras Asia, Afrika dan Eropa. Bahkan dengan sesama bangsa Asia pun memiliki keanekaragaman ras dan budaya. Secara telusur, menurut peneliti bahwa didapatkan leluhur manusia seperti ini :
  • Ras Mongoloid, berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus.
  • Ras Mongoloid ini menyebar ke Asia Timur, yakni Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara.
  • Ras Kaukasoid, merupakan ras yang berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Ras ini penyebarannya ke Eropa, ada yang ke India Utara (ras Arya), ada yang ke Yahudi (ras Semit), dan ada yang menyebar ke Arab, Turki, dan daerah Asia Barat lainnya.
  • Ras Negroid, memiliki ciri kulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebaran ras ini ke Australia (ras Aborigin), ke Papua (ras Papua sebagai penduduk asli), dan ke Afrika.

Selasa, 10 November 2020

Langkah Langkah Penelitian Sejarah


Sebelum adanya sejarah, kita perlu memastikan bahwa sejarah itu benar benar terjadi. Untuk memastikan bahwa sejarah itu benar benar terjadi kita perlu melakukan sebuah penelitian sejarah.
Hasil dari penelitian tersebut yang menentukan benar atau tidak adanya sejarah tersebut. Kebenaran yang dicari akan dianggap benar apabila masuk akal. Dalam melakukan penelitian sejarah kita harus mengikuti langkah langkah penelitian sejarah yang ada.
Dalam materi sejarah Ada 5 langkah penelitian sejarah, berikut ini adalah langkah langkah penelitian sejarah :

1. Mencari Topik

Sebelum memulai sebuah penelitian, tentu pertama kali yang harus kita lakukan adalah memilih dan menetapkan topik. Topik ini harus layak untuk dijadikan penelitian dan usahakan bukan duplikasi dari penelitian lain.
Tujuannya apa?
Tujuan pemilihan topik ini supaya nantinya penelitian kita itu lebih terarah dan fokus pada masalah-masalahnya. Nah untuk menemukan masalah-masalah tersebut bisa menggunakan :
1. What?
Apa yang akan kamu teliti?
2. Who?
Siapa saja yang akan kamu teliti?
Contoh kamu meneliti sejarah rumah tua yang angker. Kamu harus mencari orang yang terlibat dalam rumah itu, entah juru kunci, masyarakat setempat, ketua RT dan lain sebagainya.
3. Where?
Yang mau kamu teliti?
Meskipun pertanyaan ini digunakan untuk melakukan penelitian sejarah, namun kalau dilihat dari ciri disiplin ilmu sejarah ini bisa menjadi aspek spasial atau kekurangannya. Spasial yang dimaksud dini sini ialah berupa tempat. Jadi tempat atau geografis yang akan kita teliti harus jelas secara real.
4. When?
When di sini berarti: kapan yang menyangkut waktu.
Dalam ciri dari langkah-langkah penelitian sejarah yang bagus, ialah adanya konteks waktu. Contoh saja kalau ada data perubahan sosial di kota pada tahun 2006-2017.
Penetapan waktu ini harus dipertimbangkan dengan data akademis.
Dari pertanyaan diatas, nanti akan mengarahkan kita mencari sumber yang akan dijadikan sebagai bahan penelitian.

2. Heuristik

Heuristik berasal dari kata Yunani, heuriskein, artinya menemukan.
Jadi yang dimaksud dengan langkah heuristik adalah
Untuk menemukan sumber tersebut seorang sejarawan harus bisa mencarinya di berbagai dokumen dengan :
  • menggunakan metode kepustakaan atau arsip nasional
  • bisa juga sejarawan mengunjungi situs sejarah
  • melakukan wawancara untuk melengkapi data sehingga diperoleh data yang baik dan lengkap juga dapat menunjang terwujudnya sejarah yang mendekati kebenaran.
Sejarah yang terjadi pada masa lalu memiliki begitu banyak periode dan bagian (seperti politik, ekonomi, social, dan budaya) sehingga memiliki sumber data yang beraneka ragam sehingga perlu adanya klasifikasi data dari banyaknya sumber tersebut.
Dokumen dokumen yang berhasil dikumpulkan merupakan data yang sangat berharga. Dokumen tersebut yang digunakan sebagai dasar untuk menelusuri peristiwa peristiwa sejarah yang telah terjadi pada masa lalu.

3. Verifikasi atau kritik

Verifikasi adalah penilaian terhadap sumber sumber sejarah. Verifikasi dalam sejarah memiliki arti pemeriksaan atau pengujian terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah.
Penilaian terhadap sumber-sumber sejarah menyangkut pada 2 aspek, yaitu :
aspek ekstern
aspek intern
Aspek ekstern membahas mengenai apakah sumber itu asli atau palsu sehingga sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan dokumen sejarah tersebut, seperti waktu pembuatan dokumen, bahan, atau materi dokumen.
Aspek intern mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber itu dapat memberikan informasi yang diperlukan, misalnya berupa proses analisis terhadap suatu dokumen.

Aspek ekstern harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

  • Apakah sumber itu merupakan sumber yang dikehendaki (autentitas)?
  • Apakah sumber itu asli atau turunan (orisinalitas)?
  • Apakah sumber itu masih utuh atau sudah diubah (integritas)?
Setelah mendapat kepastian bahwa sumber itu adalah sumber yang benar diperlukan dalam bentuk asli dan masih utuh, kemudian dilakukan kritik intern.
Kritik intern dilakukan untuk membuktikan bahwa informasi yang terkandung dalam sumber dapat dipercaya.
Kritik ini dilakukan dengan penilaian intrinsik terhadap sumber dan dengan membandingkan kesaksian-kesaksian dari berbagai sumber.

Langkah-langkah penelitian sejarah intrinsik pertama adalah
menentukan sifat sumber itu (apakah resmi/formal atau tidak resmi/informal).
Dalam penelitian sejarah, sumber yang tidak resmi/informal dinilai lebih berharga daripada sumber resmi karena sumber tidak resmi bukan dimaksudkan untuk dibaca orang banyak (untuk kalangan bebas).
Dengan demikian isinya pada umumnya lebih bersifat apa adanya, terus terang, tidak banyak yang disembunyikan, dan objektif.

Langkah-langkah penelitian sejarah intrinsik kedua adalah
menyoroti penulis sumber tersebut sebab dia yang memberikan informasi yang dibutuhkan.
Pembuatan sumber harus dipastikan bahwa kesaksiannya dapat dipercaya. Untuk itu, harus mampu memberikan kesaksian yang benar dan harus dapat menjelaskan mengapa ia menutupi (merahasiakan) suatu peristiwa, atau sebaliknya melebih-lebihkan karena ia berkepentingan di dalamnya.

Langkah ketiga dalam penelitian sejarah intrinsik ketiga adalah
membandingkan kesaksian dari berbagai sumber
Hal ini dilakukan dengan menyejajarkan kesaksian para saksi yang tidak berhubungan satu dan yang lain (independent witness) sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih objektif.
Sumber-sumber yang diakui kebenarannya lewat verifikasi atau kritik, baik intern maupun ekstern, dianggap sebagai fakta. Fakta adalah keterangan tentang sumber yang dianggap benar oleh sejarawan atau peneliti sejarah.

4. Interpretasi

Setelah di verifikasi, data lalu di interpretasi.
Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal.

Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa.
Interpretasi yang dimaksud dalam sejarah adalah penafsiran terhadap suatu peristiwa, fakta sejarah, dan merangkai suatu fakta dalam kesatuan yang masuk akal.
Penafsiran fakta harus bersifat logis terhadap keseluruhan konteks peristiwa sehingga berbagai fakta yang lepas satu sama lainnya dapat disusun dan dihubungkan menjadi satu kesatuan yang masuk akal.
Bagi kalangan akademis, agar dapat menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena karena biasanya cenderung bersifat subjektif.
Selain itu, interpretasi harus bersifat deskriptif sehingga para akademisi juga dituntut untuk mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan.
Proses interpretasi juga harus bersifat selektif sebab tidak mungkin semua fakta dimasukkan ke dalam cerita sejarah, sehingga harus dipilih yang relevan dengan topik yang ada dan mendukung kebenaran sejarah.

5. Historiografi

Hitoriografi berasal dari kata historia artinya sejarah dan graphia artinya penulisan. Historiografi merupakan tahap paling akhir dalam kegiatan penelitian untuk penulisan sejarah.
Menulis kisah sejarah tidak hanya menyusun dan merangkai fakta-fakta hasil penelitian, melainkan juga menyampaikan suatu pikiran melalui interpretasi sejarah berdasarkan fakta hasil penelitian.
Untuk itu, menulis sejarah memerlukan kecakapan dan kemahiran.
Historiografi yang baik biasanya menyajikan latar belakang, kronilogi peristiwa, analisis sebab akibat, dan uraian mendalam mengenai hasil penelitian, dampak, serta kesimpulan.
Dengan demikian, hasilnya dapt memberikan pemahaman baru yang bermakna kepada pembaca tentang topik tersebut.

Rabu, 21 Oktober 2020

JENIS JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA

 Assalamualaikum gaes

kita lanjut yah, jadi pada materi kali ini kita akan membahas tentang jenis jenis manusia purba, jadi gaes ada banyak jenis manusia purba yang di temukan di Indonesia yuk kita bahas

Manusia purba diperkirakan hidup di Kala Pleistosen. Pleistosen adalah era yang berlangsung 2.580.000 hingga 11.700 tahun yang lalu. Era pleistosen dibagi lagi menjadi tiga yakni Pleistosen awal (lapisan bawah), Pleistosen tengah, dan Pleistosen akhir (lapisan atas). Para peneliti menemukan berbagai fosil manusia yang hidup di masing-masing periode itu. Ada beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia: 
1. Meganthropus paleojavanicus 
2. Pithecanthropus mojokertensis 
3. Pithecanthropus erectus 
4. Pithecanthropus soloensis 
5. Homo soloensis 
6. Homo wajakensis 
7. Homo floresiensis

1. Meganthropus

Meganthropus Dikutip dari Manusia Purba di Indonesia (2019), Meganthropus pertama ditemukan oleh peneliti kelahiran Jerman-Belanda, Gustav Heinrich Ralph von Koeningswald di Sangiran pada 1941. Fosil itu dinamai "mega" karena ukurannya besar, paling besar dibanding fosil-fosil yang ditemukan sebelumnya. Meganthtopus temuan von Koeningswald berasal dari masa Pleistosen awal (lapisan bawah). Meganthropus atau kerap disebut Manusia Sangiran, adalah manusia purba tertua yang ditemukan di Indonesia.
Kemudian pada 1952, peneliti Marks juga menemukan fosil rahang bawah Meganthropus di Sangiran dari Pleistosen tengah. Berdasarkan umur lapisan tanah tempat penemuan, diperkirakan fosil yang ditemukan itu berumur 1-2 juta tahun. Meganthropus diperkirakan hidup dengan mengumpulkan makanan (food gathering). Makanan utamanya tumbuh-tumbuhan. Sebab, mereka belum mengenal api. 
Meganthropus yang di temukan di beri nama Meganthropus paleojavanicus, yang berarti manusia besar tertua yang berasal dari Jawa.
Berikut ciri-ciri Meganthropus:
1. Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala
2. Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok
3. Tidak berdagu
4. Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat

2. Pithecanthropus
Pithecanthropus Fosil pertama Pithecanthropus ditemukan oleh Tjokrohandojo atau Andojo yang bekerja di bawah von Koeningswald. Andojo menemukan fosil tengkorak anak-anak di Kepuhklagen, sebelah utara Mojokerto, Jawa Timur. Andojo awalnya mengira tengkorak itu milik orangutan. Sehingga dinamai Pithecanthropus atau manusia kera.
Namun von Koeningswald mengenali fosil itu sebagai tengkorak manusia purba. Fosil tersebut berasal dari Pleistosen awal (lapisan bawah) dan dinamai Pithecanthropus mojokertensis. Jenis ini adalah Pithecanthropus yang tertua. Berdasarkan umur lapisan tanah, yakni lapisan bawah dan tengah, diperkirakan Pithecanthropus hidup antara 30.000 sampai 2 juta tahun lalu. Pithecanthropus hidup secara berkelompok. Mereka berburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan makanan (hunting and food gathering). Pithecanthropus sudah menggunakan alat untuk mencari makan. Alatnya sangat sederhana, yakni batu atau kayu yang ditemukan. Beberapa contoh alat dari batu yang digunakan Pithecanthropus yakni kapak genggam, kapak perimbas, kapak penetak, pahat, genggam, dan alat-alat serpih.
Alat-alat ini banyak ditemukan di Pacitan, Jawa Timur. Kendati sudah menggunakan alat, mereka belum mengolah atau memasak makanan. Berikut ciri-ciri Pithecanthropus: 
1. Badan tegap, tapi tidak setegap Meganthropus Tinggi badannya sekitar 165-180 sentimeter 
2. Tulang rahang dan geraham kuat, bagian kening menonjol 
3. Hidung lebar dan tidak berdagu 
4. Volume otak belum sempurna, kapasitasnya hanya 750-1.300 cc 
5. Tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong 
6. Organ pengunyah dan otot tengkuk sudah mengecil. 
7. Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus Makanannya masih kasar/mentah dengan sedikit pengolahan 8. Makanannya bervariasi, tumbuhan dan daging hewan buruan
Ada beberapa jenis Pithecanthropus di Indonesia yakni: 
1. Pithecanthropus mojokertensis 
2. Pithecanthropus erectus 
3. Pithecanthropus soloensis


3. HOMO
Homo Manusia purba jenis homo merupakan manusia purba yang paling muda dibanding manusia jenis lainnya. Jenis Homo kadang disebut sebagai Homo erectus (manusia tegak) atau Homo sapiens (manusia cerdas). Berdasarkan usia lapisan tanah tempat fosil ditemukan, diperkirakan jenis Homo hidup 25.000 sampai 40.000 tahun lalu. Ciri-ciri Homo yakni: Tinggi tubuh 130-210 sentimeter Otak lebih berkembang dari Meganthropus dan Pithecanthropus Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu Tampilannya seperti orang dari ras Mongloid dan Austramelanosoid Baca juga: Bukan Cuma Kita, Manusia Purba Juga Suka Bawa Kotak Makan. Apa Isinya? Ada tiga jenis Homo yang pernah ditemukan di Indonesia yakni Homo soloensis, Homo wajakensis, dan Homo floresiensis. Berikut penjelasannya: 
1. Homo soloensis Fosil ini ditemukan von Koeningswald dan Weidenrich pada 1931-1934 di lembah Bengawan Solo. Temuannya berupa tengkorak. Dari volume otaknya, diperkirakan manusia jenis ini bukan lagi Pithecanthropus. 
2. Homo wajakensis Homo wajakensis adalah fosil manusia purba yang pertama ditemukan di Indonesia. Fosilnya pertama ditemukan oleh insinyur pertambangan Belanda, BD van Rietschoten. Van Rietschoten menemukannya pada 1888-1889 di daerah Wajak, dekat Tulungagung, Jawa Timur pada 1889.Setahun kemudian, Eugène Dubois menemukan fosil kedua di lokasi yang sama. Manusia jenis ini sudah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang. Mereka juga sudah bisa memasak makanannya.
3. Homo floresiensis Dikutip dari Encyclopaedia Britannica (2015), pada tahun 2004, kerangka manusia purba berjenis kelamin wanita dan beberapa kerangka lainnya ditemukan di Gua Liang Bua, Flores. Homo floresiensis merupakan keturunan Homo erectus, manusia tegak yang merupakan nenek moyang manusia modern. Manusia purba jenis ini terbilang pendek, dengan tinggi diperkirakan sekitar 100 sentimeter. Tangannya panjang. Kapasitas kepalanya 380 cc, seperti simpanse. Tulangnya rapuh, dengan wajah datar, tidak menonjol. Baca juga: Hobbit Manusia Flores Bukan Kerabat Manusia Jawa, Lantas Apa? Manusia purba ini mirip hobbit, ras manusia karangan JRR Tolkien dalam film Lord of the Ring dan The Hobbit. Para ilmuwan menduga Homo floresiensis cebol karena pengaruh lingkungan. Posisi mereka yang terkurung di Pulau Flores selama ribuan tahun membuat keturunan mereka makin lama makin kecil.






Selasa, 20 Oktober 2020

PENGERTIAN dan MACAM MACAM HISTORIOGRAFI


A. Pengertian Historiografi
Mendengar kata historiografi, sebagian dari kita mungkin akan langsung merujuk pada segala sesuatu yang berbau sejarah. Dan ini tidak bisa dihindari. Pengertian historiografi sendiri adalah kajian mengenai metode sejarawan dalam pengembangan sejarah sebagai disiplin akademis, dan secara luas merupakan setiap karya sejarah mengenai topik tertentu. Historiografi tentang topik khusus melingkupi tentang bagaimana sejarawan mengkaji topik tersebut dengan menggunakan sumber, teknik, dan pendekatan teoretis tertentu.

Historiografi berasal dari bahasa Yunani – “Historia”, yang berarti “sejarah” dan “Graphe”, yang berarti “tulisan” atau “naskah”. Menurut Louis Gottschalk, pengertian historiografi tak jauh-jauh dari tulisan mengenai sejarah. Singkatnya, ia menyebut historiografi sebagai bentuk publikasi, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan mengenai peristiwa atau kombinasi peristiwa-peristiwa di masa lampau.

Dalam perjalanannya, historiografi dibagi menjadi 3 macam, yakni historiografi tradisional, historiografi kolonial, dan historiografi nasional.

1. Historiografi Tradisional

Historiografi Tradisional merupakan penulisan sejarah yang seringkali dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan. Historiografi ini berasal dari masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam.

Berdasarkan pembagian waktunya, historiografi tradisional dibagi menjadi historiografi tradisional Hindu-Buddha dan historiografi tradisional Islam.
Ciri-ciri historiografi tradisional masa Hindu-Buddha:
1. Karya yang dihasilkan berupa terjemahan dari naskah-naskah dari India.
2. Bersifat religiomagis.
3. Bersifat istana sentris.
Contoh historiografi masa Hindu-Buddha adalah Kitab Mahabrata dan Ramayana, Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama, Babad Arya Tabanan, Babad Tanah Jawi, dll.

Ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam:
1. Masih mengandung unsur mitos.
2. Sudah mengenal unsur kronologi.
3. Bersifat etnosentris.
Contoh historiografi masa Islam adalah Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Aceh, Babad Demak, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyanti.

2. Historiografi Kolonial
Historiografi kolonial merupakan penulisan sejarah yang dibuat pada masa kolonial. Penulisan historiografi kolonial berfokus terhadap kehidupan warga Belanda (Eropa) di Hindia Belanda karena ditulis oleh orang-orang Belanda atau Eropa. Tujuan ditulisnya adalah sebagai penguat kedudukan mereka di Indonesia.

Ciri-Ciri Historiografi Masa Kolonial

Ciri-ciri dari historiografi masa kolonial antara lain yaitu:
1. Neerlandosentrisme atau Eropasentrisme
2. Memiliki sifat mitologis
3. Memiliki sifat subjektif
4. Memiliki sifat diskriminatif
5. Mengabaikan sumber lokal
6. Mengandung tentang sejarah orang-orang besar.

Contoh Historiografi Kolonial
Contoh historiografi pada masa kolonial antara lain Beknopt Leerboek Geschiedenis van Nederlandsch Oost-Indi karta A.J. Eijkman dan F.W Stapel; Schets eener Economische Geschiedenis van Nederlands-Indie karya G. Gonggrijp; Geschiedenis van den Indischen Archipel karya B.H.M. Vlekke.

3. Historiografi Modern

Historiografi modern ini terciptak karena tuntunan ketepatan teknik untuk memperoleh fakta-fakta sejarah. Fakta sejarah didapatkan dengan cara menetapkan metode penelitian, menggunakan ilmu-ilmu bantu, terdapatnya teknik pengarsipan dan rekonstruksi melalui sejarah lisan.
Masa ini diawali dengan munculnya studi sejarah kritis yang memakai prinsip-prinsip metode penelitian sejarah. Historiografi berkembang sesuai dengan zaman. Historiografi saat ini telah semakin objektif dan kritis terhadap sebuah peristiwa sejarah.

Ciri-ciri historiografi modern antara lain yakni:
1. Memiliki sifat metodologis, sejarawan diharuskan memakai kaidah-kaidah ilmiah.
2. Memiliki sifat kritis historis, yaitu dalam penelitian sejarah memakai pendekatan multidimensional.
3. Merupakan suatu kritis terhadap historiografi nasional, lahir sebagai kritis atas historiografi nasional yang beranggapan mempunyai kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan ke Indonesia.
Timbulnya peran-peran rakyat kecil.
Contoh Historiografi Modern

Contoh historiografi modern antara lain yaitu Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo dan Revolusi Pemuda karya Benedict Anderson.

Kelebihan dan Kekurangan Historiografi Modern
Kelebihan Historiografi modern antara lain yakni:
1. Mengubah pandangan religiomagis dan kosmologis menjadi pandangan yang bersifat ilmiah.
2. Memakai penulisan sejarah kritis
3. Memakai pendekatan multidimensi
4. Memakai dinamika masyarakat Indonesia dan seluruh aspek kehidupan

Kekurangan Historiografi Modern antara lain yakni:
1. Belum bisa menjelaskan sejarah dengan maksimal.
2. Cenderung kurang fleksibel karena terlalu berpedoman terhadap metode ilmiah.
3. Belum tentu bertujuan untuk peningkatan rasa nasionalisme, kadang-kadang hanya berfokus untuk tujuan akademis.




Kamis, 08 Oktober 2020

ASAL USUL NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA



Assalamualaikum gaes semoga semuanya masih tetap semangat yahhhh dan tetap selalu jaga kesehatan

pada materi sebelumnya kita sudah mempelajari zaman pada masa praaksara. pada materi kali ini kita akan membahas asal usul nenek moyang bangsa Indonesia, jadi ada banyak teori tentang asalu usul nenek moyang bangsa Indonesia dan mungkin sebagian dari teori tersebut sudah kalian pelajari waktu SMP/MTs. semoga setelah mempelajari materi hari ini kalian menjadi tau dari mana asal kalian hehehehehe.

Indonesia merupakan bangsa yang besar. Dari Sabang sampai Marauke, beragam kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Mulai dari kekayaan alam, kekayaan intelektual, kekayaan budaya, dan sebagainya.Sebelum masuk ke dalam pembahasan, kamu perlu paham bahwa ada sejumlah teori terkait asal-usul manusia Indonesia dari berbagai teori. Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa teori asal-usul manusia Indonesia tersebut.Beberapa teori yang akan dibahas di antaranya teori Yunan, teori Nusantara, teori Out of Africa, dan teori Out of Taiwan. Yuk, biar enggak berlama-lama, simak aja ya pembahasan asal usul nenek moyang bangsa Indonesia di bawah ini!

1. Teori Yunan

Teori Yunan menyatakan asal usul nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Tiongkok. Ada sejumlah ahli yang mendukung teori ini. Para ahli tersebut ialah R.H Geldern, J.H.C. Kern, J.R. Foster, dan J.R. Logon.

Secara garis besar, teori ini memiliki beberapa dasar utama. Pertama, teori tersebut didukung oleh penemuan kapak tua di wilayah Nusantara yang memiliki kesamaan dengan kapak tua yang terdapat di wilayah Asia Tengah. Hal tersebut menunjukkan ada proses migrasi manusia dari wilayah Asia Tengah menuju ke Kepulauan Nusantara.

Selain itu, dasar kedua yang mendasari pendapat bahwa manusia Indonesia berasal dari Yunan ialah ditemukan adanya kesamaan bahasa yang berkembang di Kepulauan Nusantara dengan bahasa yang ada di Kamboja, yaitu bahasa Melayu Polinesia.

Hal tersebut menandakan bahwa penduduk yang berada di Kamboja berasal dari Yunan dengan cara menyusuri Sungai Mekong. Arus perpindahan tersebut selanjutnya diteruskan ketika sebagian dari mereka melanjutkan perpindahan dan sampai ke wilayah Nusantara. Adanya kesamaan bahasa Melayu dengan bahasa Cham di Kamboja menunjukan adanya hubungan dengan dataran Yunan.

Teori Yunan tak hanya didukung oleh para ahli dari luar negeri, termasuk juga ahli dalam negeri, yakni Moh. Ali. Ia menyatakan asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia merupakan manusia yang berasal dari Yunan yang didasari oleh ada dugaan migrasi atau perpindahan dari daerah Mongol keke selatan lantaran terdesak dengan bangsa-bangsa lain, khususnya bangsa yang lebih kuat.

Berdasarkan teori Yunan, proses migrasi tersebut melalui tiga gelombang. Ketiga gelombang tersebut terdiri dari orang Negrito, Proto Melayu, dan Deutro Melayu.

2. Teori Nusantara
Teori Nusantara ini sangat berbeda dengan teori Yunan. Dalam teori Nusantara disebutkan bahwa manusia Indonesia berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri, bukan melalui proses migrasi dari daerah lain. Teori Nusantara didukung oleh Mohammad Yamin, J. Crawford, Sutan Takdir Alisyahbana, dan Gorys Keraf.

Dasar teori Nusantara ini mencakup beberapa hal. Pertama, teori Nusantara berdasarkan pada bangsa Melayu merupakan bangsa yang telah memiliki peradaban yang tinggi. Pandangan itu didasari oleh hipotesis bahwa bangsa Melayu sudah melalui proses perkembangan budaya sebelumnya. Kesimpulannya bangsa Melayu berasal dan berkembang di Nusantara, bukan dari luar yang berpindah ke wilayah Nusantara.

Lalu, teori tersebut didukung pula dengan adanya kesamaan antara bahasa Melayu dengan bahasa Kamboja dinilai merupakan suatu kebetulan. Lalu, penemuan Homo soloensis dan Homo wajakensis di Pulau Jawa memberi tanda bahwa ada peluang bangsa Melayu keturunan manusia kuno berasal dari Jawa.

Dan, argumen terakhir dari teori ini didasari adanya perbedaan bahasa. Hal itu tampak dari bahasa Austronesia yang berkembang di daerah Nusantara dengan bahasa yang berkembang di wilayah Asia Tengah, yaitu bahasa Indo-Eropa.


3. Teori Out of Africa
Teori ini lebih berbeda lagi dari dua teori sebelumnya. Teori ini menyatakan bahwa manusia Indonesia berasal dari Afrika.

Pendapat ini berdasarkan kajian ilmu genetika melalui penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan gen laki-laki. Mereka bermigrasi dari Afrika hingga ke wilayah Australia. Teori ini juga menyebutkan bahwa manusia Afrika melakukan perpindahan dari Afrika menuju Asia Barat sekitar 50.000-70.000 tahun yang lalu.

Dalam teori ini, disebutkan bahwa sekitar 70.000 tahun yang lalu, bumi memasuki akhir dari zaman glasial ketika permukaan air laut menjadi lebih dangkal disebabkan oleh air yang masih berbentuk gletser. Pada masa itu, memungkinkan manusia menyeberangi lautan hanya dengan menggunakan perahu yang masih sederhana.

Manusia Afrika yang melakukan perpindahan menuju Asia terpecah menjadi beberapa kelompok. Terdapat kelompok yang tinggal sementara di wilayah Timur Tengah (Asia Barat Daya). Kelompok lainnya melakukan migrasi dengan menyusuri Pantai Semenanjung Arab menuju India, Asia Timur, Indonesia sampai ke Australia.

Hal tersebut diperkuat dengan penemuan fosil laki-laki di wilayah Lake Mungo. Ada dua jalur migrasi yang diperkirakan ditempuh manusia pada masa itu, yakni jalur menuju Lembah Sungai Nil yang melintasi Semenanjung Sinai kemudian ke Utara melewati Arab Levant dan jalur yang melewati Laut Merah.


4. Teori Out of Taiwan
Teori Out of Taiwan ini memiliki pandangan mirip dengan teori Out of Africa. Teori Out of Taiwan menyatakan bahwa asal-usul manusia Indonesia berasal dari Kepulauan Famosa atau Taiwan. Teori yang didukung oleh pakar Harry Truman Simanjuntak didasari sejumlah argumentasi.

Pertama, menurut teori ini, tidak adanya pola genetika yang sama antara kromosom manusia Indonesia dengan manusia yang berada di Tiongkok. Lalu, masih menurut teori ini, bahasa yang digunakan dan berkembang di wilayah Nusantara adalah bahasa yang merupakan rumpun Austronesia. Rumpun Austronesia ini digunakan oleh leluhur bangsa Indonesia yang menetap di Pulau Formosa.


jadi yah gaes ada 4 teori tentang asal usul nenek moyang kita, dari keempat teori tersebut tentu saja memiliki bukti bukti dan penguatan tersendiri. jadi yang mana nih gaes teori yang kamu setujui sebagai asal usul nenek moyang kamu hehehehehe

berikut ini ada vidio lanjutan materi yah gaes tentang persebaran proto melayu dan deotro melayu 
dan ada juga vidio full asal usul nenek moyang bangsa Indonesia, bagi yang kuotanya berlebih boleh di tonton yah gaes



Masuknya Jepang ke Indonesia

 Assalamualaik anak anak Man Kota Singkawang, semoga semuanya dalam keadaan sehat yuk kita lanjut belajarnya, pada materi kali ini kita akan...