Selasa, 16 Maret 2021

Kebudayaan Dongson

 Assalamualaikum selamat pagi semua semoga semuanya dalam keadaan sehat yah...

pada materi sebelumnya kita sudah mempelajari tentang kebudayaan bacson hoabinh, di katakan bahwa kebudayaan bacson ini berkembang di vietnam dan akhirnya menyebar sampai ke Nusantara, adapun masuknya kebudayaan ini melalui dua jalur yaitu jalur barat dan jalur timur, pada jalur barat yang membawa kebudayaan ini adalah Proto Melayu atau Melayu tua yang nantinya akan menjadi suku seperti Batak, Dayak dan Toraja sedangkan yang membawa kebudayaan ke arah timur adalah Papua Melanosoid yang nantinya menjadi suku suku di wilayah Indonesia bagian timur, nah pada materi hari ini kita akan melanjutkan pembahasan nya tentang kebudayaan dongson adapun tujuan pembelajaran hari ini adalah diharapkan setelah siswa mempelajari materi hari ini siswa dapat menjelaskan tentang kebudayaan dongson dan hasil hasil dari kebudayaan dongson

Sejarah Kebudayaan Dongson

Dalam perkembangan kebudayaan tumbuh di bagian Asia Tenggara, termasuk di Nusantara dari sekitar 1000 SM sampai 1 SM. Awalnya, berkembang Kebudayaan Dongson ini dimulai di Indochina, pada suatu masa peralihan yang dimulai sejak periode Mesolitik dan Neolitikum serta periode Megalitikum.
Ada juga Pengaruh kebudayaan Dongson sendiri sampai berkembang menuju Nusantara yang dikenal sebagai masa kebudayaan Perunggu. Dari semua yang ada dalam Kebudayaan Dongson, bisa dinyatakan suatu hasil karya kelompok dari bangsa Austronesia yang berdiam dan bermukim di bagian pesisir Annam, diperkirakan masa perkembangannya tersebut sekitar pada abad ke-5 sampai abad ke-2 Sebelum Masehi. Selanjutnya, pada kebudayaan dongson ini sendiri mengambil nama situs Dongson di Tanh hoa. Dari semuan Masyarakat yang hidup pada masa kebudayaan dongson, sebagian dari mereka petani dan peternak yang ahli dibidangnya. Dalam hal ini, disebabkan oleh mereka punya keterampilan dalam menanam padi dan memelihara kerbau atau bab serta mereka juga terampil dalam memancing.
Pada kelangsung kehidupan masyarakat ini mereka semua hidup dan berdiam didaerah – daerah pematang pesisir, yang bisa melindungi mereka dari bahaya banjir. Lalu, dengan rumah yang dibuat seperti panggung besar dengan atap yang melengkung lebar dan menjulur menaungi emperannya. Selain itu, banyak dari mereka seorang pelaut, yang berlayar hampir di seluruh Laut China dan ada dari sebagiannya sampai ke laut-laut selatan dengan memakai perahu yang panjang.

Jalur Persebaran Kebudayaan Dongson
Bangsa Deutro Melayu melakukan persebaran kebudayaan Dongson ke Indonesia melalui jalur Barat, yaitu Vietnam – Malaysia – Sumatera – Nusantara. Kedatangan bangsa Deutro Melayu di Indonesia berlansung pada sekitar tahun 500 Sebelum Masehi. Pengaruh Dongson di Indonesia berupa sistem teknologi dan kesenian, sistem kepercayaan, ilmu pengetahuan dan sistem ekonomi. Dalam sistem teknologi dan kesenian, hasil kebudayaan Dongson yang dapat ditemukan di Indonesia adalah : Bejana, perunggu, Nekara perunggu, Perhiasan perunggu, Ara Perunggu, Kapak Corong, Manik-manik.

Ciri-Ciri Kebudayaan Dongson

Sebagai salah satu kebudayaan yang merupakan kebudayaan zaman logam, atau lebih tepatnya zaman perunggu, kebudayaan Dongson sudah memiliki kebudayaan yang kompleks dan teknologi yang tinggi.
Berikut ini adalah ciri-ciri yang membedakan kebudayaan Dongson dengan kebudayaan-kebudayaan lainnya
  • Peralatan yang terbuat dari logam
  • Kebudayaan yang dipengaruhi beberapa aliran
  • Pola hiasan unik
  • Hidup menetap
  • Sistem kepercayaan yang sudah semakin kompleks

                                    Gambar bercocok tanam 
Agar kalian lebih paham, akan dijelaskan secara lebih rinci ciri-ciri tersebut dibawah ini

1. Peralatan Terbuat dari Logam
Sebagaimana telah dijelaskan diatas, kebudayaan satu ini identik dengan zaman perunggu. Dimana banyak sekali alat-alat rumah tangga atau untuk kebutuhan lainnya yang terbuat dari logam, tepatnya logam perunggu.Hal ini terjadi karena sudah terdapat kelompok masyarakat yang mendalami ilmu pengolahan logam dan pembuatan alat-alat sehari-hari. Terbentuknya kelompok masyarakat dengan keterampilan khusus ini juga membuat kebudayaan Dongson sebagai salah satu kebudayaan utama dalam masa perundagian di Indonesia.

2. Kebudayaan dipengaruhi Beberapa Aliran
Banyaknya aliran yang mempengaruhi kebudayaan ini dapat dilihat melalui peninggalan benda arkeolognya yang mirip dengan motif di beberapa wilayah. Misalnya motif benda yang mirip dengan yang ada di Kerajaan China. Selain itu, banyaknya aliran ini juga mempengaruhi bahan pembuatan peralatan yang berupa perunggu. Benda perunggu tersebut banyak yang ditemukan di Indonesia.
Budaya-budaya ini nantinya akan menyebabkan terjadinya asimilasi serta akulturasi budaya kedalam kebudayaan Dongson ini.Sehingga, muncul banyak sekali variasi kebudayaan, sesuai dengan wilayah masing-masing serta kearifan lokal dan norma-norma yang berlaku di wilayah tersebut.

3. Pola Hiasan Unik
Umumnya alat-alat serta artefak yang ditinggalkan oleh kebudayaan dongson memiliki pola hiasan yang relatif unik. Hiasan-hiasan ini umumnya dibentuk dengan pola-pola geometri yang juga menjadi ciri khas dari kebudayaan ini. Bentuk geometri-geometri yang sering digunakan antara lain adalah spiral, segitiga, dan garis-garis geometris yang simetris dan juga saling bersinggungan.

4. Hidup Menetap
Manusia dalam kebudayaan dongson sudah hidup menetap dalam kelompok-kelompok sosial tertentu. Hal ini terjadi karena mereka sudah mengerti cara membuat rumah permanen serta melakukan aktivitas pertanian subsisten dan peternakan sederhana. Dengan pola hidup yang menetap dan pembagian pekerjaan, nantinya akan terbentuk sistem sosial hierarkis dan juga pembagian pekerjaan. Pembagian pekerjaan inilah yang nantinya akan menghasilkan kelompok-kelompok tertentu dengan spesialisasi keahlian tertentu, sehingga mampu mengolah logam, atau bertani, dan menjalankan fungsi-fungsi spiritual tertentu.

Aspek Spiritual Kebudayaan Dongson
Senada dengan zaman-zaman sebelumnya, manusia yang berasal dari kebudayaan Dongson ini rata-rata masih menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme, seperti leluhur mereka.
Kepercayaan ini merupakan konsep yang mempercayai bahwa roh nenek moyang masih menjaga dan mengawasi kehidupan mereka. Oleh karena itu, roh-roh nenek moyang tersebut harus senantiasa dihormati. Selain itu, mereka juga percaya untuk meminta bantuan dan berdoa kepada roh-roh leluhur tersebut.

Peninggalan Kebudayaan Dongson

Sebagai salah satu kebudayaan utama yang menggunakan perunggu dalam pembuatan alat-alat sehari-hari mereka, maka peninggalan-peninggalan dari kebudayaan Dongson tentunya juga berupa alat perunggu.

Berikut ini adalah beberapa hasil peninggalan kebudayaan dongson yang harus kalian ketahui
  • Nekara perunggu
  • Perhiasan perunggu
  • Arca perunggu
  • Bejana perunggu
  • Kapak corong
Agar kalian lebih paham, peninggalan-peninggalan tersebut akan dijelaskan secara lebih rinci dibawah ini

1. Nekara Perunggu

Nekara perunggu merupakan salah satu peninggalan sejarah dari Kebudayaan Dongson yang lumayan banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia. Artefak tersebut ditemukan di Kepulauan Kei, Pulau Selayar, Pulau Sengean, dan juga di daerah Bali. Nekara yang ditemukan di daerah timur Indonesia memiliki ukuran yang lebih besar daripada neraka di bagian Indonesia barat. Nekara perunggu memiliki bentuk unik yaitu menyerupai dandang yang telungkup. Bentuk ini juga dapat dikatakan seperti bentuk kerumbung dimana memiliki bagian atas dan tengah yang telah tertutup dan memiliki pinggang. Keunikan peninggalan kebudayaan ini telah disimpan di museum sejarah dan dapat dikunjungi secara bebas.

                                              Gambar Nekara Perunggu
2. Perhiasan Perunggu
Peninggalan sejarah Kebudayaan Dongson berikutnya yaitu Perhiasan perunggu yang dapat dijumpai di kawasan Malelo, Gilimanuk, Rembang, dan juga Anyer.Perhiasan penting dan bersejarah ini berupa cincin, kalung, gelang, dan juga beragam anting yang terbuat dengan logam perunggu. Peninggalan tersebut telah dialihkan sebagai warisan budaya dan tersimpan apik di museum.


                                            Gambar Perhiasan Perunggu

3. Arca Perunggu

Arca yang merupakan peninggalan kebudayaan yang berasal dari Vietnam ini terbuat dari perunggu dengan bentuk yang bervariasi. Terdapat bentuk orang yang memegang anak panah maupun busur panah, patung menunggang kuda, serta patung orang yang sedang menari. Masih banyak lagi bentuk arca perunggu lainnya yang mungkin belum ditemukan sampai detik ini. Arca perunggu di Indonesia ditemukan di beberapa wilayah. Wilayah tersebut yaitu Plembang, Bogor, Lumajang, serta kawasan Bangkina yang ada di Riau. Arca ini diyakini sebagai peninggalan Kebudayaan Dongson karena terbuat dari perunggu dan motifnya yang memiliki kesamaan dengan peninggalan lainnya.



                                                             Gambar Arca Perunggu

4. Bejana Perunggu
Penemuan penting selanjutnya yaitu bejana perunggu yang hanya ditemukan di kawasan Madura dan Kerinci.Bejana ini memiliki motif yang unik berupa huruf “J” yang membentuk gambar pilin yang tersusun secara geometri. Bejana perunggu memiliki bentuk menyerupai periuk dengan bentuk yang langsing. Bentuk dan motifnya yang unik ini memiliki keindahan tersendiri khas Dongsan.


                                                              Gambar Bejana Perunggu

5. Kapak Corong

Kapak corong merupakan salah satu peninggalan Kebudayaan Dongson yang ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia. Artefak tersebut ditemukan di sekitar wilayah Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Bali, dan juga Jawa. Kapak corong juga dapat ditemukan di sekitar kawasan Danau Sentani. Kapak corong yang bisa juga disebut dengan kapak sepatu ini memiliki bentuk unik dan dibuat dari bahan perunggu. Kapak ini memiliki bentuk sebilah kapak dan pada bagian atas berbentuk sebuah corong. Corong ini dapat digunakan sebagai tempat menaruh tangkai kayu dengan bentuk siku.


                                                                Gambar Kapak Corong
Jika kita lihat dari hasil kebudayaan nya, kebudayaan Dongson tentunya lebih maju dari pada kebudayaan sebelum nya ini dapat kita lihat dari peralatan peralatan dan cara mereka hidup pada kebudayaan Dongson masyarakat pada saat itu sudah mengenal sistem bercocok tanam dan berternak ( Food Producing ) tidak lagi mengandalkan makanan dari alam ( Food gathering ) dengan demikian mereka tidak lagi hidup secara nomaden atau berpindah pindah melainkan sudah hidup menetap, dengan hidup menetap kehidupan manusia pada masa itu sudah mulai terstruktur hal ini lah yang membuat kehidupan pada masa itu semangkin berkembang. 
sampai di sini materi kali ini saya harap kalian dapat memahaminya
jika ingin melihat dalam bentuk vidio silahkan tonton vidio di bawah ini



Selasa, 02 Maret 2021

Hasil Kebudayaan Bacson-Hoabinh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
selamat pagi semua semoga semua dalam keadaan sehat yahhh dan tetap semngat dalam belajar dan mengerjakan tugas, ingat ini adalah semester genap yang artinya nilai nilai pada semester ini juga mempengaruhi untuk nilai kenaikan kelas, jadi saya harap tugas tugas untuk segera di kerjakan.
pada materi sebelumnya kita sudah mempelajari tentang kehidupan masa pra aksara di Indoensia nah pada meteri kali ini kita akan mempelajari kebudayaan yang di hasilkan oleh manusia zaman pra aksara
ada 3 hasil kebudayaan yang akan kita pelajari yaitu Kebudayaan Bacson-Hoabinh, Kebudayaan Dongson, dan Kebudayaan Sa Huynh, diharapkan setelah mempelajari materi hari ini kalian bisa mendeskripsikan atau memamaprkan dengan jelas tentang Kebudayaan Bacson-Hoabinh, Kebudayaan Dongson, dan Kebudayaan Sa Huynh.

Kebudayaan Bacson-Hoabinh, Kebudayaan Dongson, dan Kebudayaan Sa Huynh merupakan kebudayaan yang masuk ke Indonesia yang di bawa oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan setiap kebudayaan memiliki ciri ciri nya masing masing yang membedakan antara kebudayaan satu dan kebudayaan lain nya, untuk lebih jelasnya kita bahas satu satu yah hasil kebudayaan nya

1. Kebudayaan Bacson-Hoabinh

Perkembangan masyarakat prasejarah di Indonesia tidak dapat terlepas dari pengaruh kebudayaan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. Interaksi antara bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Indonesia mampu mengembangkan kebudayaan manusia prasejarah di Indonesia. Bacson-Hoabinh merupakan salah satu kebudayaan yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat prasejarah di Indonesia . Para ahli menduga bahwa kebudayaan ini muncul pada saat zaman batu karena kebudayaannya identik dengan alat-alat yang terbuat dari batu.
Kebudayaan Bacson Hoabinh ini merupakan kebudayaan zaman batu yang berasal dari daerah lembah sungai Mekong, Vietnam. Kebudayaan ini masuk ke Indonesia sekitar 10.000 hingga 4.000 tahun yang lalu. Budaya ini muncul pada zaman mesolitikum dimana manusia masih menggunakan batu-batuan sebagai bahan dasar alat-alatnya. Sebagai salah satu kebudayaan utama pada zaman batu, Bacson-Hoabinh dianggap sebagai salah satu pusat kebudayaan zaman batu di Asia Tenggara dan Indochina.
Manusia pendukung dari kebudayaan bacson-hoabinh ini adalah manusia-manusia dari ras papua melanesoid. Karena memiliki pengaruh yang besar terhadap kemajuan teknologi dan kebudayaan manusia purba di Indonesia. Kita sebagai pelajar harus mengetahui dan memahami kebudayaan ini.

Bacson – Hoabinh di Indonesia 

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, kebudayaan Bacson-Hoabinh muncul di lembah sungai Mekong, Vietnam pada sekitar 10.000 hingga 4.000 tahun yang lalu. Seiring dengan berjalannya waktu, manusia-manusia ini bermigrasi ke selatan, lebih tepatnya ke kepulauan Indonesia sekitar 2000 tahun Sebelum Masehi. Migrasi manusia-manusia purba kebudyaaan Bacson Hoabinh ini kerap dikenal sebagai ras Proto Melayu karena merupakan salah satu leluhur dari ras melayu. 
Kebudayaan Bacson-Hoabinh masuk ke Indonesia melalui 2 jalur, yaitu jalur Barat dan jalur Timur. 
Jalur Barat memiliki rute : Vietnam – Thailand – Semenanjung Melayu – Indonesia Barat (Sumatera & Kalimantan). Jenis manusia purba yang melakukan penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh melalui jalur barat adalah Melayu Austronesia. Hasil kebudayaan dari Bacson-Hoabinh jalur barat yang ditemukan di Indonesia adalah: Pebble (Kapak Sumatera) Kapak Pendek Alat-alat dari tulang 
Sedangkan jalur Timur memiliki rute : Vietnam – Taiwan – Filiphina – Indonesia Timur (Sulawesi & Papua). Jenis manusia purba yang melakukan penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh jalur Timur adalah Papua Melanosoid.
Hasil kebudayaan dari Bacson Hoabinh jalur timur yang ditemukan di Indonesia adalah Flakes (alat serpih).

Ciri-ciri kebudayaan Bacson-Hoabinh 

Sebagai kebudayaan yang muncul pada zaman batu, tentu saja kebudayaan Bacson-Hoabinh memiliki ciri khas yang mirip dengan kebudayaan-kebudayaan zaman batu pada saat itu.
Berikut ini adalah ciri-ciri dari kebudayaan Bacson-Hoabinh
1. Menggunakan batu sebagai bahan dasar peralatannya
2. Batu sudah diolah, dihaluskan, dan ditajamkan
3. Menggunakan tulang-tulang pula sebagai bahan dasar alat-alatnya
4. Sudah mulai hidup menetap di gua-gua

Ciri utama dari kebudayaan Bacson-Hoabinh ini adalah alat-alat sehari-harinya yang terbuat dari bebatuan. Umumnya, batu yang digunakan adalah batu kali (batu sungai) yang sudah dihaluskan.
Umumnya, batu-batu ini dihaluskan dan juga ditajamkan dengan menggunakan batu lain ataupun alat serpih khusus. Batu tersebut juga dapat dikikis sehingga menciptakan bentuk-bentuk lain yang variatif. Oleh karena itu, pada zaman ini alat-alat batuan sudah cukup bervariasi bentuknya dan fungsinya.
Selain batu, digunakan pula tulang belulang sebagai bahan dasar alat-alat sehari-hari. Umumnya, tulang digunakan sebagai bahan dasar penyerpih atau flakes.
Manusia purba pada zaman ini juga sudah mulai hidup secara menetap meskipun tidak secara permanen dan di gua-gua yang ada di alam.
Salah satu contohnya adalah pada gua-gua karang yang dikenal sebagai abris sous roche dimana ditemukan banyak tulang belulang serta bekas kebudayaan mesolitikum. Kebudayaan yang sudah mulai menetap ini pun menyebabkan penumpukan sampah-sampah dapur berupa kulit kerang yang dikenal sebagai Kjokkenmoddinger. 

Peninggalan Kebudayaan Bacson Hoabinh

Sebagai salah satu kebudayaan utama dalam zaman batu, kebudayaan Bacson Hoabinh memiliki beberapa peninggalan yang hingga sekarang masih dapat kita lihat peninggalannya.
Berikut ini adalah beberapa peninggalan kebudayaan Bacson Hoabinh
  • Flakes
  • Kjokkenmoddinger
  • Kapak Genggam
  • Kapak Tulang
Agar kalian lebih paham, dibawah ini akan dijelaskan mengenai peninggalan-peninggalan tersebut

1. Flakes
Flakes adalah serpihan-serpihan yang digunakan untuk memotong suatu objek. Umumnya, flakes ini dibuat dari batuan atau tulang yang sudah ditajamkan. Selain itu, flakes juga dibut dalam bentuk-bentuk indah sebagai ornamen yang disebut sebagai kalsedon.

2. Kjokkenmoddinger
Kjokkenmoddinger adalah tumpukan-tumpukan sampah dapur yang didominasi oleh kulit kerang yang tertumpuk dan mengendap di suatu tempat.
Seiring dengan berjalannya waktu, tumpukan-tumpukan sampah ini akan mengeras dan berubah menjadi fosil.
Sekarang, para arkeolog dapat menemukan banyak peninggalan-peninggalan lain dari kebudayaan Bacson Hoabinh dan juga kebudayaan zaman batu lainnya dalam tumpukan-tumpukan Kjokkenmoddinger ini.

3. Kapak Genggam
Kapak genggam merupakan salah satu alat yang banyak digunakan pada zaman batu selain kapak perimbas. Dinamakan genggam karena kapak ini tidak memiliki pegangan, sehingga harus digenggam badan kapaknya. Bentuknya jauh berbeda dengan kapak yang sekarang digunakan oleh manusia modern. Sesuai dengan masanya, kapak ini juga dibuat dari batu yang sudah dihaluskan dan ditajamkan di beberapa bagian untuk membantu memotong.

4. Kapak Tulang
Kapak tulang adalah salah satu jenis kapak yang dibuat dari bahan dasar tulang belulang binatang.
Jenis kapak ini banyak ditemukan di daerah Ngandong yang memang terkenal dengan budaya Ngandong yang didominasi oleh alat-alat berbahan dasar tulang belulang.
Umumnya, kapak-kapak ini berbentuk seperti belati dan digunakan untuk mengambil umbi-umbian serta untuk menangkap ikan.

Selasa, 23 Februari 2021

Kehidupan Masa Pra Aksara di Indonesia

 Assalamualaikum selamat pagi semua semoga semua dalam keadaan sehat yahhhh....jangan lupa tetap selalu menjaga protokol kesehatan 5M agar kita cepat terlepas dari zona orange yah....

pada materi sebelumnya kita telah mempelajari tentang manusia purba yang ada di dunia dan manusia perba yang ada di Indonesia saya harap kalian semua dapat memahami perbedaan antara manusia purba yang ada di dunia dan di Indonesia dari ciri ciri bentuk tubuhnya atau fisiknya dan dari cara mereka menjalani kehidupan atau non fisik, apakah ada kesamaan antara manusia purba yang ada di dunia dan ada di Indonesia???? dan bagaimana perbedaan dan kesamaan manusia purba yang telah di pelajari tadi dengan manusia modern yang berkembang di dunia saat ini, tentu saja itu semua di jawab nanti yah buat tugas akhir kita, saya harap kalian baca baca referensi tentang manusia purba tadi, dan saya harap kalian aktif bertanya yah...

pada materi hari ini kita akan mempelajari tentang kehidupan masa pra aksara yang ada di Indonesia mulai dari pembagian zaman pada masa pra aksara sampai tentang kebudayaan yang berkembang pada masa pra aksara. di harapkan setelah mempelajari materi hari ini sisawa dapat menjelaskan bagaimana kehidupan masa pra aksara di Indonesia mulai dari kehidupan sosial,ekonomi dan budaya.

Kehidupan awal masyarakat pra aksara di Indonesia


                                             Gambar Manusia Purba saat sedang berburu

- Pengertian masa praaksara

Pengertian masa praaksara telah kita bahasa pada sejarah Indonesia semester satu, tapi untuk mengingatnya kembali mari kita bahas lagi yah Zaman pra-aksara adalah zaman ketika manusia belum mengenal tulisan, ditandai dengan belum ditemu­kannya keterangan tertulis mengenai kehidupan manusia. Periode ini ditandai dengan cara hidup berburu dan mengambil bahan makanan yang tersedia di alam. Pada zaman pra-aksara pola hidup dan berpikir manusia sangat bergantung dengan alam. Tempat tinggal mereka berpindah-pindah berdasarkan ketersediaan sumber makanan. Zaman pra-aksara sering disebut juga dengan zaman nirleka. Nir artinya tanpa dan leka artinya tulisan. Zaman pra-aksara berakhir ketika masyarakatnya sudah mengenal tulisan. jadi jelas yah pada masa praaksara tidak ada bukti sejarah secara tertulis jadi bukti bukti sejarah pada zaman ini berupa benda benda peninggalan yang di gunakan pada manusia pada masa itu di antaranya artefak artefak dan fosil fosil.

                                Gambar Artefak salah satu sumber sejarah pada masa pra aksara

                                  Gambar fosil sala satu sumber sejarah pada masa praaksara


- Pembabakan Masa Pra-Aksara Indonesia
Pembabakan atau pembagian zaman masa pra-aksara Indonesia telah dimulai sejak 1920-an oleh beberapa peneliti asing seperti P.V. van Stein Callenfels, A.N.J. Th. van der Hoop, dan H.R. van Heekern. Pembabakan masa pra-aksara Indonesia didasarkan pada penemuan-penemuan alat-alat yang digunakan manusia pra-aksara yang tinggal di Kepulauan Nusantara. Para ahli arkeologi dan paleontologi membagi masa pra-aksara Indonesia ke dalam dua zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam. Pengetahuan tersebut diperoleh dari peng­galian dan benda purbakala dan fosil manusia Para ahli purbakala sepakat untuk membagi zaman pra-aksara di Indonesia menjadi zaman batu dan zaman logam. Zaman batu dibagi kembali dalam beberapa zaman berdasarkan kehalusan, bentuk, jenis, dan ukuran alat batu yang diciptakannya. Pembagian zaman batu tersebut, yaitu sebagai berikut :

                          Gambar pembagian zaman pada masa pra aksara berdasarkan alat yang 
                          mereka gunakan

a. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Berdasarkan temuan geologis, arkeologis, dan paleontologis, zaman batu tua diperkirakan berlangsung selama 600.000 tahun.
a) Penguasaan Teknologi
Selama kurun waktu tersebut, manusia hanya meng­gunakan alat-alat yang paling dekat dengan lingkungan hidup mereka seperti kayu, bambu, dan batu. Mereka menggunakan batu yang masih kasar untuk berburu binatang. Pada saat itu, batu juga berfungsi sebagai kapak yang digenggam untuk memotong kayu atau membunuh binatang buruan.
                                             Gambar Kapak dari zaman batu tua

b) Kondisi Sosial
Kehidupan manusia pendukung zaman ini masih nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Kepindahan mereka bergantung pada daya dukung alam berupa tersedianya bahan makanan, terutama binatang buruan. Jika binatang buruan dan bahan makanan yang diambil dari hutan sudah habis, mereka akan mencari dan berpindah ke tempat yang lebih subur. Kegiatan seperti itu disebut peradaban food gathering atau pengumpul makanan tahap awal.
                                           Gambar kehidupan berburu pada masa batu tua

c) Manusia Pendukung
Berdasarkan temuan arkeologis, beberapa jenis manusia purba yang mendukung peradaban ini, diantaranya Meganthropus Paleojavanicus,Pithecanthropus Robustus, Pithecanthropus Mojokertensis,Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis.
d) Hasil-Hasil Kebudayaan
Benda-benda yang diperkirakan berasal dari zaman batu tua banyak ditemukan di Pacitan dan Ngandong, Jawa Timur. Ciri utama kebudayaan Pacitan adalah alat-alat dari batu bentuknya tidak bertangkai atau disebut kapak genggam. Kapak tersebut berfungsi sebagai chopper atau alat penetak. Alat-alat tersebut diperkirakan digunakan manusia jenis Pithecan­thropus Erectus. Kebudayaan Ngandong menghasil­kan alat-alat yang terbuat dari tulang binatang dan kapak genggam dari batu.

b. Zaman Batu Tengah (Mesolitikum)

a) Kehidupan Sosial
Ciri utama peradaban zaman ini adalah manusia pendukungnya telah bertempat tinggal menetap. Diperlukan waktu ribuan tahun untuk mencapai taraf hidup menetap. Para ahli ilmu purbakala menyebutkan bahwa zaman ini berlangsung kurang lebih 20.000 tahun silam. Manusia pada saat ini sudah mengalami kehidupan semi nomaden ,semi nomaden adalah pola kehidupan yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi sudah disertai dengan kehidupan menetap sementara. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa mereka sudah mulai mengenal cara-cara mengolah bahan makanan Manusia pendukung zaman ini juga bertempat tinggal di gua yang disebut peradaban abris sous roche.

                                           Gambar kehidupan manusia purba di Goa

b) Hasil Kebudayaan
Alat-alat yang digunakan manusia pendukung masa mesolitikum mendapat pengaruh dari alat-alat yang sama di daratan Asia. Ciri utama kehidupan zaman ini adalah peninggalan sampah dapur yang disebut kjokkenmoddinger, hal ini dikarena kehidupan mereka yang semi nomaden sehinggan mendiami suatu tempat agak lama dan akhirnya membuat tumpukan sampah bekas makanan mereka. Peradaban ini ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatra, dari Aceh sampai Sumatra bagian tengah.
                                         

                                   Gambar tumpukan kerang sisa makanan manusia masa praaksara

c) Keberadaan Teknologi
Dari tempat sampah dapur tersebut, ditemukan juga kapak genggam yang disebut pebble. Mereka menggunakan batu pipih dan batu landasan untuk menggiling makanan serta membuat cat yang diper­kirakan ada kaitannya dengan kepercayaan mereka. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Perempuan bekerja di rumah dan mendidik anak serta menyiapkan makanan.Adapun laki-laki dewasa berburu binatang dan menangkap ikan.

                                                        Gambar kapak zaman Mesolitikum
d) Manusia Pendukung
Manusia pendukung peradaban mesolitikum merupakan campuran bangsa-bangsa pendatang dari Asia. Manusia pendukung peradaban mesolitikum juga mengunakan flakes dan microlith atau batu-batu pipih, segitiga, dan trapesium yang ukuran­nya kecil.

c. Zaman Batu Muda (Neolitikum)

a) Teknologi
Ciri utama zaman batu muda adalah manusia telah menghasilkan makanan atau food producing. Menurut Dr. R. Soekmono, ahli arkeologi Indonesia, perubahan dari food gathering ke food producing merupakan satu revolusi dalam perkembangan zaman pra-aksara Indonesia.
b) Kehidupan Sosial
Manusia pendukung peradaban ini sudah bertempat tinggal menetap, bercocok tanam, beternak, mengembangkan perikanan. Dengan kata lain, telah mengembangkan kebudayaan agraris walaupun dalam tingkatan yang masih sangat sederhana. Manusia pendukung zaman ini membuat kerajinan, membuat aturan hidup bersama dalam satu komunitas.
                                                  Gambar kehidupan pada masa neolitikum
                                                      Gambar kapak pada masa neolitikum


c) Manusia Pendukung
Manusia pendukung kebudayaan neolitikum ialah Proto Melayu.Manusia Proto Melayu ini hidup pada ± 2000 SM. Prototipe manusia Proto Melayu sekarang masih dapat ditemukan pada ciri-ciri fisik Suku Sasak, Toraja, Dayak, dan Nias.Hasil kebudayaan dan peradaban manusia ini yang relatif sudah lebih maju dari pada zaman mesolitikum.
d) Hasil Budaya
Benda-benda yang berasal dari zaman batu muda dikembangkan menjadi peralatan yang lebih halus. Pada masa ini sudah mulai muncul adanya kepercayaan terhadap kekuatan gaib yang disebut animisme dan dinamisme. Hal ini dapat dilihat dari adanya peninggalan yang terkait dengan upacara ritual.

d. Zaman Batu Besar (Megalitikum)

a) Bidang Teknologi
Berdasarkan hasil temuan arkeologis, zaman megalitikum diperkirakan berkembang sejak zaman batu muda sampai zaman logam.Ciri terpenting pada zaman ini adalah manusia pendu­kungnya telah menciptakan bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu.Bangunan-bangunan yang berkaitan dengan sistem kepercayaan mereka, di antaranya menhir, dolmen, sarkofagus (keranda), kubur batu, punden berundak, dan arca.

                                                           Gambar Dolmen atau meja batu

                                                                     Gambar Menhir

                                                                 Gambar sarkofagus
                                                          Gambar Punden berundak undak


b) Sistem Kepercayaan
Masyarakat pendukung peradaban zaman batu besar percaya kepada nenek moyang yang kali pertama mendirikan kampung tempat tinggal mereka.Untuk menghormati para nenek moyang tersebut, mereka mendirikan menhir yang berupa tiang atau tugu. Mereka mendirikan dolmen atau meja batu sebagai tempat meletakkan sesaji untuk arwah nenek moyang.Meja batu tersebut juga berfungsi sebagai penutup sarkofagus (peti kubur batu).Pemujaan terhadap arwah nenek moyang juga dilakukan pada punden berundak-undak atau bangunan tumpukan batu yang bertingkat. Mereka juga membuat arca batu sebagai simbol nenek moyangnya dengan tujuan yang sama.

e. Zaman Logam (±10.000 Tahun Silam)

Setelah melewati tahapan zaman megalitikum, sampailah manusia pra-aksara Indonesia pada zaman logam. Alat-alat yang terbuat dari batu dianggap tidak efektif lagi untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, alat-alat tersebut secara bertahap mulai ditinggalkan.
Teknologi yang Dihasilkan
Bijih logam mungkin sudah ditemukan pada zaman batu tua. Sementara pengetahuan untuk meleburnya menjadi lempengan logam, baru terbentuk pada zaman berikutnya. Adapun kemampuan melebur serta membuat alat-alat yang lebih fungsional (memiliki kegunaan praktis) baru tercipta setelah kepandaian membuat alat-alat dari batu mencapai puncaknya. Namun, tradisi penggunaan alat dari batu pun terus dipertahankan bersamaan dengan tradisi penggunaan alat dari logam.
Peradaban zaman ini menghasilkan kapak corong, candrasa (kapak corong yang salah satu sisinya panjang), nekara berukir yang berfungsi sebagai alat upacara, nekara yang tinggi panjang (moko), alat-alat pertanian, dan perhiasan. Zaman pra-aksara Indonesia tidak mengenal zaman tembaga, tetapi hanya mengalami zaman perunggu dan zaman besi.
Kehidupan Sosial
Melalui proses evolusi, peradaban pra-aksara Indonesia mengenal zaman logam, suatu zaman yang lebih maju dibandingkan dengan zaman batu. Dengan peralatan logam, kehidupan bisa berjalan lebih baik, usaha pertanian lebih produktif (memberi hasil).
Manusia Pendukung
Manusia pendukungnya Deutro Melayu yang hidup pada ± 300 SM.


Berikut adalah vidio tentang masa praaksara silahkan di simak vidionya bagi yang memiliki quota


demikianlah materi kali ini saya harap kalian dapat memahami materi kali ini jika ada yang belum di pahami saya harap untuk bertanya bisa melalui e learning atau via whatsapp

Rabu, 17 Februari 2021

PROSES MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Assalamualaikum selamat pagi semua, bagaimana kabarnya hari ini, semoga semuanya dalam keadaan sehat....dan tentunya tetap semangat dalam belajar yah...

pada materi sebelumnya kita sudah mempelajari tentang teori teori masuknya islam ke Indonesia, ada banyak teori yah gaes tentang masuknya islam di Indonesia dan pada setiap teori memiliki buktinya tersendiri agar teori tadi menjadi kuat dan dapat di terima
pada materi hari ini kita akan mempelajari proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia, jadi setelah mempelajari materi hari ini di harapkan siswa siswi dapat menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia serta bagaimana proses masuknya Islam ke Indonesia,,, yuk gaes di simak materinya......

Sejak dahulu bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang ramah dan suka bergaul dengan bangsa lain. Oleh karena itu, banyak bangsa lain yang datang ke wilayah Nusantara untuk menjalin hubungan dagang. Ramainya perdagangan di Nusantara yang melibatkan para pedagang dari berbagai negara disebabkan melimpahnya hasil bumi dan letak Indonesia pada jalur pelayaran dan perdagangan dunia. Pada sekitar abad ketujuh, Selat Malaka telah dilalui oleh pedagang Islam dari India, Persia, dan Arab dalam pelayarannya menuju negara-negara di Asia Tenggara dan Cina. Melalui hubungan perdagangan tersebut, agama dan kebudayaan Islam masuk ke wilayah Indonesia. Pada abad kesembilan, orang-orang Islam mulai bergerak mendirikan perkampungan Islam di Kedah (Malaka), Aceh, dan Palembang.

Waktu kedatangan Islam di Indonesia masih ada perbedaan pendapat. Sebagian ahli menyatakan bahwa agama Islam itu masuk ke Indonesia sejak abad ke-7 sampai dengan abad ke-8 Masehi. Pendapat itu didasarkan pada berita dari Cina zaman Dinasti T’ang yang menyebutkan adanya orang-orang Ta Shih (Arab dan Persia) yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Ho Ling di bawah pemerintahan Ratu Sima (674).

Sebagian ahli yang lain menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia baru abad ke-13. Pernyataan ini didasarkan pada masa runtuhnya Dinasti Abbassiah di Bagdad (1258). Hal itu juga didasarkan pada berita dari Marco Polo (1292), berita dari Ibnu Batuttah (abad ke-14), dan Nisan Kubur Sultan Malik al Saleh (1297) di Samudera Pasai. Pendapat itu diperkuat dengan masa penyebaran ajaran tasawuf. Sebenarnya kita perlu memisahkan pengertian proses masuk dengan berkembangnya agama Islam di Indonesia, seperti berikut:

masa kedatangan Islam (kemungkinan sudah terjadi sejak abad ke-7 sampai dengan abad ke-8 Masehi);
masa penyebaran Islam (mulai abad ke-13 sampai dengan abad ke-16 Masehi, Islam menyebar ke berbagai penjuru pulau di Nusantara);
masa perkembangan Islam (mulai abad ke-15 Masehi dan seterusnya melalui kerajaan-kerajaan Islam).


Terdapat berbagai pendapat pula mengenai negeri asal pembawa agama serta kebudayaan Islam ke Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa kebudayaan dan agama Islam datang dari Arab, Persia, dan India (Gujarat dan Benggala). Akan tetapi, para ahli menitikberatkan bahwa golongan pembawa Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat (India Barat). Hal itu diperkuat dengan bukti- bukti sejarah berupa nisan makam, tata kehidupan masyarakat, dan budaya Islam di Indonesia yang banyak memiliki persamaan dengan Islam di Gujarat. Pembawanya adalah para pedagang, mubalig, dan golongan ahli tasawuf.

Ketika Islam masuk melalui jalur perdagangan, pusat-pusat perdagangan dan pelayaran di sepanjang pantai dikuasai oleh raja-raja daerah, para bangsawan, dan penguasa lainnya, misalnya raja atau adipati Aceh, Johor, Jambi, Surabaya, dan Gresik. Mereka berkuasa mengatur lalu lintas perdagangan dan menentukan harga barang yang diperdagangkan. Mereka itu yang mula-mula melakukan hubungan dagang dengan para pedagang muslim. Lebih-lebih setelah suasana politik di pusat Kerajaan Majapahit mengalami kekacauan, raja- raja daerah dan para adipati di pesisir ingin melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Oleh karena itu, hubungan dan kerja sama dengan pedagang- pedagang muslim makin erat. Dalam suasana demikian, banyak raja daerah dan adipati pesisir yang masuk Islam. Hal itu ditambah dengan dukungan dari pedagang-pedagang Islam sehingga mampu melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Setelah raja-raja daerah, adipati pesisir, para bangsawan, dan penguasa pelabuhan masuk Islam rakyat di daerah itu pun masuk Islam, contohnya Demak (abad ke-15), Ternate (abad ke-15), Gowa (abad ke-16), dan Banjar (abad ke-16).


Proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dan dilakukan secara damai sehingga tidak menimbulkan ketegangan sosial. Cara penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia melalui berbagai saluran berikut ini :


1. Saluran Perdagangan
Saluran yang digunakan dalam proses islamisasi di Indonesia pada awalnya melalui perdagangan. Hal itu sesuai dengan perkembangan lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia yang ramai mulai abad ke-7 sampai dengan abad ke- 16, antara Eropa, Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan Cina.
Proses islamisasi melalui saluran perdagangan ini dipercepat oleh situasi politik beberapa kerajaan Hindu pada saat itu, yaitu adipati-adipati pesisir berusaha melepaskan diri dari kekuasaan pemerintah pusat di Majapahit. Pedagang-pedagang muslim itu banyak menetap di kota-kota pelabuhan dan membentuk perkampungan muslim. Salah satu contohnya adalah Pekojan.

2. Saluran Perkawinan
Kedudukan ekonomi dan sosial para pedagang yang sudah menetap makin baik. Para pedagang itu menjadi kaya dan terhormat, tetapi keluarganya tidak dibawa serta. Para pedagang itu kemudian menikahi gadis-gadis setempat dengan syarat mereka harus masuk Islam. Cara itu pun tidak mengalami kesulitan. Saluran islamisasi lewat perkawinan ini lebih menguntungkan lagi apabila para saudagar atau ulama Islam berhasil menikah dengan anak raja atau adipati. Kalau raja atau adipati sudah masuk Islam, rakyatnya pun akan mudah diajak masuk Islam.

Misalnya, perkawinan Maulana Iskhak dengan putri Raja Blambangan yang melahirkan Sunan Giri; perkawinan Raden Rahmat (Sunan Ngampel) dengan Nyai Gede Manila, putri Tumenggung Wilatikta; perkawinan putri Kawunganten dengan Sunan Gunung Jati di Cirebon; perkawinan putri Adipati Tuban (R.A. Teja) dengan Syekh Ngabdurahman (muslim Arab) yang melahirkan Syekh Jali (Jaleluddin).


3. Saluran Tasawuf
Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang telah bercampur dengan mistik dan hal-hal magis. Oleh karena itu, para ahli tasawuf biasanya mahir dalam soal-soal magis dan mempunyai kekuatan menyembuhkan. Kedatangan ahli tasawuf ke Indonesia diperkirakan sejak abad ke-13, yaitu masa perkembangan dan penyebaran ahli-ahli tasawuf dari Persia dan India yang sudah beragama Islam.
Bersamaan dengan perkembangan tasawuf, para ulama dalam mengajarkan agama Islam di Indonesia menyesuaikan dengan pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada agama Hindu dan Buddha sehingga mudah dimengerti. Itulah sebabnya, orang Jawa begitu mudah menerima agama Islam. Tokoh- tokoh tasawuf yang terkenal, antara lain Hamzah Fansyuri, Syamsuddin as Sumatrani, Nur al Din al Raniri, Abdul al Rauf, Sunan Bonang, Syekh Siti Jenar, dan Sunan Panggung.

4. Saluran Pendidikan
Lembaga pendidikan Islam yang paling tua adalah pesantren. Murid- muridnya (santri) tinggal di dalam pondok atau asrama dalam jangka waktu tertentu menurut tingkatan kelasnya. Pengajarnya adalah para guru agama (kiai atau ulama). Para santri itu jika sudah tamat belajar, pulang ke daerah asal dan mempunyai kewajiban mengajarkan kembali ilmunya kepada masyarakat di sekitar. Dengan cara itu, Islam terus berkembang memasuki daerah-daerah terpencil.

Pesantren yang telah berdiri pada masa pertumbuhan Islam di Jawa, antara lain Pesantren Sunan Ampel di Surabaya yang didirikan oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel) dan Pesantren Sunan Giri yang santrinya banyak berasal dari Maluku (daerah Hitu). Raja-raja dan keluarganya serta kaum bangsawan biasanya mendatangkan kiai atau ulama untuk menjadi guru dan penasihat agama.
Misalnya, Kiai Ageng Selo adalah guru Jaka Tingkir; Kiai Dukuh adalah guru Maulana Yusuf di Banten; Maulana Yusuf adalah penasihat agama Sultan Ageng Tirtayasa.


5. Saluran Seni dan Budaya
Berkembangnya agama Islam dapat melalui seni budaya, misalnya seni bangunan (masjid), seni pahat (ukir), seni tari, seni musik, dan seni sastra. Seni bangunan masjid, mimbar, dan ukir-ukirannya masih menunjukkan seni tradisional bermotifkan budaya Indonesia–Hindu, seperti yang terdapat pada candi-candi Hindu atau Buddha. Hal itu dapat dijumpai di Masjid Agung Demak, Masjid Sendang Duwur Tuban, Masjid Agung Kasepuhan Cirebon, Masjid Agung Banten, Masjid Baiturrahman Aceh, dan Masjid Ternate. Pintu gerbang pada kerajaan Islam atau makam orang-orang yang dianggap keramat menunjukkan bentuk candi bentar dan kori agung. Begitu pula, nisan-nisan makam kuno di Demak, Kudus, Cirebon, Tuban, dan Madura menunjukkan budaya sebelum Islam. Hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Islam tidak meninggalkan seni budaya masyarakat yang telah ada, tetapi justru ikut memeliharanya. Seni budaya yang tetap dipelihara dalam rangka proses islamisasi itu banyak sekali, antara lain perayaan Garebek Maulud (Sekaten) di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon.

Islamisasi juga dilakukan melalui pertunjukkan wayang yang telah dipoles dengan unsur-unsur Islam. Menurut cerita, Sunan Kalijaga juga pandai memainkan wayang. Islamisasi melalui sastra ditempuh dengan cara meyadur buku-buku tasawuf, hikayat, dan babad ke dalam bahasa pergaulan (Melayu).


6. Saluran Dakwah
Gerakan penyebaran Islam di Jawa tidak dapat dipisahkan dengan peranan Wali Sanga. Istilah wali adalah sebutan bagi orang-orang yang sudah mencapai tingkat pengetahuan dan penghayatan agama Islam yang sangat dalam dan sanggup berjuang untuk kepentingan agama tersebut. Oleh karena itu, para wali menjadi sangat dekat dengan Allah sehingga mendapat gelar Waliullah (orang yang sangat dikasihi Allah). Sesuai dengan zamannya, wali-wali itu juga memiliki kekuatan magis karena sebagian wali juga merupakan ahli tasawuf.

Para Wali Sanga yang berjuang dalam penyebaran agama Islam di berbagai daerah di Pulau Jawa adalah sebagai berikut :
a. Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
b. Sunan Ampel
c. Sunan Drajad
d. Sunan Bonang
e. Sunan Giri
f. Sunan Kalijaga
g. Sunan Kudus
h. Sunan Muria
i. Sunan Gunung Jati

Selasa, 26 Januari 2021

Manusia Purba di Dunia

Assalamualaikum
Selamat pagi semua semoga semua dalam keadaan sehat dan tetap semangat yah
pada materi minggu lalu kita sudah mempelajari tentang jenis jenis dan ciri ciri manusia purba yang ada di Indonesia, pertanyaan nya apakah kalian yakin bahwa manusia purba itu adalah nenek moyang kamu? tentu kalian semua sudah memberikan jawaban serta alasan pada kolom komentar e learning yah....
nah pada materi hari ini kita akan mempelajari tentang jenis jenis manusia purba yang ada di dunia, adapun tujuan dari pembelajaran kita hari ini di harapkan kalian tau jenis jenis manusia purba yang ada di duia serta perkembangannya. langsung aja yah kita masuk ke materi

Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama kalian tentu sudah mempelajari tentang manusia purba, akan tetapi pelajaran nya sebagaian besar hanya mempelajari manusia purba yang ada di Indonesia, tentu saja kalian akan berpikir dari mana sih asal manusia purba yang ada di Indonesia, tentu saja manusia purba yang ada di Indonesia merupakan manusia purba yang bermigrasi dari luar Indonesia, dikatakan bahwa manusia purba yang tertua di dunia berasal dari Afrika, dan dikatakan pula sebagai nenek moyang nya manusia purba, merekapun melakukan migrasi ke berbagai wilayah di dunia untuk mempertahankan hidupnya, kita ketahui zaman awal kehidupan manusia purba mereka semua mangandalkan makanan dari alam, ketika sumber makanan tersebut habis maka mereka akan melakukan perpindahan mencari sumber makanan yang baru yang mengakibatkan mereka menyebar ke seluruh dunia. untuk lebih jelasnya kita bahas jenis jenis dan ciri ciri manusia purba dari berbagai wilayah di dunia.
1. Asia
Manusia purba dari Asia di antaranya adalah Sinanthropus Pekinensis, manusia purba ini berasal dari cina. Manusia purba jenis ini hidup bersamaan dengan manusia purba yang ada di Indonesia yakni Pithecanthropus. Dikarenakan hidup bersamaan dengan Pithecanthropus sehingga manusia purba Sinanthropus Pekinensis sudah mengenal api layaknya Manusia Pithecnthropus.Pertama kali diperoleh di Zhoukoudian (Zhou Kou Tien), dekat Beijing, Tiongkok. Daerah tersebut yang sering disebut dengan Peking membuat fosil Sinanthropus Pekinensis dinamai sebagai manusia Peking Man.Mereka dikelompokkan sebagai manusia purba berdasarkan giginya yang ditemui oleh arkeolog, Davidson Black tahun 1927. Walaupun manusia purba, volume otaknya diperkirakan sekitar 1.000 cm3-1.300 cm3, sama seperti volume otak manusia saat ini. manusia purba ini hidup sekitar 780.000-230.000 tahun yang lalu

                               Fosil Sinanthropus Pekinensis
beriku adalah ciri-ciri Sinanthropus Pekinensis
  • Kapasitas tulang tengkorak sekitar 1000 cm3.
  • Memiliki tengkorak yang pipih pada wajah.
  • Memiliki dahi kecil
  • Sebuah lunas dekat atas kepala sebagai pelengkap otot
  • Tinggi badan sekita 165 – 180 cm
  • Bagian belakang tampak menonjol
  • Langit – langit mulut besar
  • Gigi Modern (taring dan gigi besar)
2. Manusia Purba dari Afrika
     a. Australopithecus Africanus 
Ditemukan oleh Raymond Dart di dekat sebuah pertambangan Taung, Tanjung Harapan (Bostwana), pada tahun 1924. Setelah direkonstruksi ternyata membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5-6 tahun. Fosil ini di beri nama Australopithecus Africanus, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia. Selanjutnya, Robert Broom menemukan fosil serupa yang berupa tengkorak orang dewasa di tempat yang sama. Hidup sekitar 3.3-2.1 juta tahun yang lalu
                                                                  Australipithecus Africanu

Ciri-Ciri Australipithecus Africanus, yaitu:
  • Memiliki tinggi ± 1,5 m
  • Volume otak 450-600 cc
  • Memiliki tubuh yang ramping
  • Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh 20-40% lebih tinggi, 30-40% lebih berat dari perempuan.
  • Umur sekitar 3,0-2,3 juta tahun.
  • Makanan yaitu,buah, kacang, biji dan umbi akar
  • Hidup di semak-semak di hutan kayu.
    b. Ardipithecus Ramidus
Fosil manusia purba ini ditemukan di Ethiopia, Afrika bagian timur, oleh Yohannes Haile Selassie di tahun 1994 dan sering dipanggil “Ardi”. Bagian tubuhnya yang tersisa berupa tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki yang berjumlah 35 bagian. Saat itu, fosil Ardi berada di sekitar fosil hewan yang mengindikasikan bahwa mereka hidup di hutan. Diketahui bahwa jenis manusia purba ini memiliki berat sekitar 50 kg, tinggi sekitar 120 cm, pemakan buah-buahan, daun, serta mamalia kecil. Otot kakinya besar dan volume otak sama dengan milik simpanse. Meski begitu, gigi seri dan taring Ardi lebih besar dari kera. Diduga, ia juga pandai memanjat pohon dan mampu berjalan tegak, lho, berbeda 'kan dengan kera yang jalannya bungkuk? manusia purba ini Hidup sekitar 4.4 juta tahun yang lalu, tua sekali yahh dia hehehehe

                                                            Rekonstruksi Ardipithecus Ramidus
Ciri ciri Ardipithecus Ramidus

  • Berat badan rata-rata 50 kg
  • Tingggi 120 cm
  • Rahang menonjol
  • Masih menggunakan kebudayaan batu kasar
    c. Homo Rhodesiensis
Penambang bernama Tom Zwiglaar di tahun 1921 tidak sengaja menemuka fosil Homo Rhodesiensis saat sedang mencari bijih besi di gua-gua di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Afrika Timur. Hidup sekitar 400.000-125.000 tahun yang lalu


Ciri-Ciri Homo Rudolfensis, yaitu:
  • diklaim berusia 2,4 j
  • memiliki otak besar
  • primata berbadan tegap
  • merupakan grup yang diyakini sebagai cikal bakal manusia modern saat ini, dan jutaan tahun lalu tinggal di dekat Lake Turkana atau kini Kenya.
  • Wajah berbentuk panjang dan panjang

                                                       Fosil Tengkorak Homo Rudolfensis

    3. Manusia Purba di Eropa
    a. Homo Neanderthal
Di benua Eropa, pada tahun 1856 diketemukan fosil manusia zaman prasejarah berupa tempurung kepala dan beberapa tulang anggota tubuh yang diberi nama Homo Neanderthalensis, oleh Rudolph Virchow. Tepatnya di Gua Neanderthal, dekat Dusseldorf, Jerman Barat. Diperkirakan mahluk ini hidup pada pertengahan Pleistosen, ± 500.000 sampai 50.000 yang lalu. Umur: 150.000 dan 30.000 tahun.

    b. Homo Cro-Magnon
Pada tahun tahun 1868, ditemukan fosil Homo Cro-Magnon di gua Cro Magnon di dekat Les Eyzies, Prancis. Ciri fisiknya mendekati manusia masa kini, umurnya sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu. Cro-Magnon diperkirakan sebagai manusia modern (Homo Sapiens) tertua dari Eropa. Para arkeolog memperkirakan mereka sebagai nenek moyang ras Kaukasoid di Eropa. Homo Cro-magnon kemungkinan memasuki Eropa dari Timur Tengah dan akhirnya menggantikan Homo Neanderthal. Homo Cro-magnon hidup dengan berburu dan meramu makanan, mengumpulkan buah-buahan dan akar-akaran, serta berburu hewan liar. Mereka tinggal di dalam gua dan kemah sederhana. Homo Cro-magnon diperkirakan telah mampu berkomunikasi dan memiliki lebih banyak kosakata dibanding Homo Neanderthal. Mereka juga mulai menciptakan karya seni, seperti lukisan yang ditemukan di dinding gua-gua Perancis, Spanyol, dan Gurun Sahara. Selain itu, mereka juga sudah membuat perhiasan, mainan, pakaian, tempat tinggal, perkakas, dan senjata untuk berburu.
                                                       Rekonstruksi Homo Cro-Magno

Ciri-ciri Homo Neandherthalensis adalah:
  • Bentuk badannya pendek
  • Tulang paha melengkup ke muka,seperti pada kera
  • Tengkoraknya besar dan berat karena,panjangnya dan rendahnya tulang dahi.
  • Air mukanya, panjang,hidung penyet dan lebar
  • Tangannya pendek dan kuat
nahhhh sudah kita bahas nih jenis jenis serta ciri ciri manusia purba yang ada di dunia, jika kalian perhatikan manusia purba tertua berasal dari afrika yang hidup sekitar 4 juta tahun yang lalu, bisa di bayangkan betapa tua nya mereka tentu saja bukan waktu yang singkat dari manusia purba yang sangat primitif berubah menjadi manusia purba modren atau jenis homo sapiens, mereka juga harus melalui tahapan beradaptasi untuk bisa menyesuaikan pada lingkungan nya, hal itu juga yang mengakibatkan bentuk fisik mereka berubah mulai dari bentuk tubuh hinggan otak yang terus mengalami evolusi.


                                   gambar perkembangan tengkorak manusia purba dan gorila

jika kalian perhatikan gambar di atas, terdapat perkembangan otak manusia purba dari yang sederhana menuju manusia purba modern, terlihat jelas perkembangan pada tengkorak dan tentu berpengaruh ke perkembangan otak yaitu meningkatnya volume otak, semakin besar volum otak maka daya ingat dan berpikir juga semangkin meningkat, hal ini lah yang menyebabkan berkembangnya manusia purba modern, di atas juga terdapat tengkorak gorila yang dapat kalian lihat perbedaan nya dengan tengkorak manusia purba.
cukup sampai di sini materi kali ini, seperti biasa silahkan menjawab pertanyaan dengan cara menulis di kolom komentar pada e-learning...

pertanya : Bagaimana perkembangan manusia purba sehingga mereka bisa tersebar di seluruh dunia, dan jelaskan perkembangan manusia purba menuju manusia purba modern?
silahkan tuliskan jawaban pada kolom komentar di e-learning, ingat yah jika tidak aktif d e learning maka tidak ada nilai tambahan


bagi kalian yang kurang memahami materi bisa di lanjutkan dengan menonton vidio 

tetap jaga kesehatan yahhh, sampai jumpa di materi berikutnya minggu depan


 


Kamis, 21 Januari 2021

TEORI TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA


Assalamualaikum gaes gmn nih kabarnya semua? semoga dalam keadaan sehat yah dan jangan lupa untuk tetap semangat yah dalam belajar, ingat semester ini adalah semester penentu kenaikan kelas jadi saya harap semuanya lebih aktif lagi yah dalam belajar
pada semester lalu kita telah membahas tentang masuk dan berkembangnya agama Hindu Budha di Indonesia nahhh pada kali ini kita akan membahas tentang masuk dan berkembangnya agama Islam ke Indonesia di harapkan setelah mempelajari materi hari ini kita dapat memahami teori teori masuknya Islam ke Indonesia dan perkembangan Islam ke Indonesia.
jadi nih gaes ada beberapa teori tentang masuknya Islam ke Indonesia, tentu saja setiap teori ini memiliki bukti tersendiri. Sebelum menjadi agama yang paling banyak dianut oleh orang Indonesia, Islam adalah salah satu agama yang diperkirakan datang karena adanya pedagang yang singgah di Nusantara. Lalu, bagaimana ya awal mula Islam masuk ke Nusantara? Supaya lebih jelas, yuk simak penjelasan tentang teori teori masuknya Islam ke Nusantara.

1. Teori Gujarat
Teori ini beranggapan bahwa agama dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka. Teori ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara sekitar abad ke 13, melalui kontak para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu.
Teori ini juga diperkuat dengan penemuan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh S. Hurgronje dan J. Pijnapel.
1. Batu nisan Sultan Samudera Pasai Malik al-Saleh tahun 1297 dengan corak khas batu nisan pekuburan Islam dari Gujarat
2. Corak Islam di Indonesia dan Gujarat sama-sama dipengaruhi aliran Sufi
3. Adanya jalur perdagangan yang erat antara India dan China

                                      gambar 1.1 Makam Sultan Malik al-Saleh

nah gaes nisan makam Sultan Malik al-Saleh ini menjadi bukti bahwa Islam itu di bawa dari Gujarat karena ada persamaan nisan yang ada di Gujarat dan nisan pada Makam Malik as-Saleh

2. Teori Persia

Umar Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia, bukan dari Gujarat. Persia adalah sebuah kerajaan yang saat ini kemungkinan besar berada di Iran.Teori ini tercetus karena pada awal masuknya Islam ke Nusantara abad ke 12, ajaran yang marak saat itu adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia. Selain itu, adanya beberapa kesamaan tradisi Indonesia dengan Persia dianggap sebagai salah satu penguat.
Contohnya adalah peringatan 10 Muharam Islam-Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik/Tabut di beberapa wilayah Sumatera, upacara ini memperingati wafatnya Husein Bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad, pada pertempuran Karbala, yang terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriyah (bertepatan dengan 10 Oktober 680 M). Peringatan ini ditandai dengan arakan tabuik ke laut.


                                    gambar 1.2 Upacara Tabuik/Tabut di Sumatra
Perayaan ini menjadi bukti yang diajukan dalam “Teori Persia” oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat

3. Teori Mekkah
Dalam teori ini dijelaskan bahwa Islam di Nusantara dibawa langsung oleh para musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia pada abad ke 7. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khalifah.
Selain itu, di Samudera Pasai mahzab yang terkenal adalah mahzab Syafi’i. Mahzab ini juga terkenal di Arab dan Mesir pada saat itu. Kemudian yang terakhir adalah digunakannya gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai seperti budaya Islam di Mesir. Teori inilah yang paling benyak mendapat dukungan para tokoh seperti, Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.
                                    gambar 1.3 Salah satu peninggalan makam di Barus/Baros
keberadaan kampung barus yang di diami oleh pedagang dari arab inilah menjadi salah satu bukti pada abad ke 7 Islam sudah masuk ke Indonesia dan di bawa oleh orang arab.

4. Teori Cina

Lain halnya dengan Slamet Mulyana dan Sumanto Al Qurtuby, mereka berpendapat bahwa sebenarnya kebudayaan Islam masuk ke Nusantara melalui perantara masyarakat muslim China.
Teori ini berpendapat, bahwa migrasi masyarakat muslim China dari Kanton ke Nusantara, khususnya Palembang pada abad ke 9 menjadi awal mula masuknya budaya Islam ke Nusantara. Hal ini dikuatkan dengan adanya bukti bahwa Raden Patah (Raja Demak) adalah keturunan China, penulisan gelar raja-raja Demak dengan istilah China, dan catatan yang menyebutkan bahwa pedagang China lah yang pertama menduduki pelabuhan-pelabuhan di Nusantara.

silahkan juga simak vidionya yah gaes biar lebih bisa memahami materi hari ini



sudah di bahas gaes tentang teori teori masuknya Islam ke Indonesia, dari setiap teori memiliki bukti bukti tersendiri, tinggal kita saja nih gaes menyimpulkan dari teori teori tadi gaes.,,nanti kesimpulanya tuliskan di kolom komentar di e-learning yah gaes hehehe


Selasa, 19 Januari 2021

Perkembangan Manusia Purba di Indonesia


Assalamualaikum bagaimana kabar hari ini? semoga semua pada sehat dan tetap semangat yah jangan lupa semester 2 ini adalah penentu kenaikan kelas, jadi saya harap pada semester ini kalian semua lebih aktif lagi dalam belajar...
pada semester 2 ini kita akan mempelajari 3 kopetensi dasar
1. Menganalisis persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan nonfisik
2. Menganalisis kehidupan awal manusia Indonesia dalam aspek kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini
3. Menganalisis peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan peradaban masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial

Pada hari ini kita akan mempelajari tentang perkembangan manusia purba di Indonesia, di harapkan setelah mempelajari materi ini kalian akan tahu bagaimana perkembangan manusia purba di Indonesia dan tentunya kalian dapat membedakan antara manusia purba dan manusia modern di lihat dari fisik maupun nonfisiknyaManusia purba atau yang biasa disebut dengan manusia prasejarah adalah manusia yang hidup sebelum tulisan ditemukan. Cara hidup mereka masih sangat sederhana dan masih sangat bergantung pada alam. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa situs tempat dimana fosil manusia purba banyak ditemukan, seperti di Mojokerto, Solo, Ngandong, Pacitan, atau yang paling terkenal yaitu Sangiran.

Pencarian manusia purba di Indonesia dilakukan dalam 3 tahap, yaitu :
– Tahap Pertama (1889-1909).
Pada tahap ini pencarian fosil manusia purba dilakukan oleh Van Rietchoten yang menemukan fosil manusia purba jenis Homo ditemukan di Wajak, Tulung Agung, Jawa Timur. Fosil yang ditemukannya diberi namaHomo Wajakensis. Penemuan yang dilakukan beliau menyebabkan seorang peneliti asal Belanda yang bernama Eugene Dubois yang semula meneliti di Sumatra mengalihkan penelitiannya ke Jawa.Eugene menemukan fosil Pithecanthropus Erectus di Trinil, Ngawi, Jawa Timur (1891).
– Tahap Kedua (1931-1941).
Pada tahap ini Oppenoorth, Ten Haar, Von Koenigsueld melakukan pencarian dari tahun 1931-1933 dan berhasil menemukan fosil Phitecanthropus Soloensis di sekitar sungai bengawan Solo,Ngandong, Blora, Jawa Tengah. Von Koenigsueld melanjutkan pencarian pada tahun 1936 dan berhasil menemukan Phitecanthropus Mojokertensis di Perning, Mojokerto, Jawa Timur.Pada tahun 1936-1941 Von masih melanjutkan pencarian dan menemukan Meganthropus Palaeojavanicus di Sangiran, Jawa Tengah.
– Tahap Ketiga (1952-sekarang).
Pada tahap ini Prof. Dr. Teuku Jacob
Pada tahap ini pencarian fosil manusia purba dipimpin oleh Prof. Teuku Jacob (bos arkeolog Indonesia) yang menemukan jenis fosil manusia purba yang sama dengan yang ditemukan sebelumnya yaitu Pithecanthropus.
Fosil-fosil manusia purba yang telah ditemukan di Indoneisa :
1. Homo wajakensis (Wajak, Aulung Agung, Jawa Timur)
2. Phitecanthropus Erectus (Trinil, Ngawi, Jawa Timur)
3. Phitecanthropus Soloensis (Ngandong, Blora, Jawa Tengah)
4. Phitecanthropus Mojokertensis (Perning, Mojokerto, Jawa Timur)
5. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran, Sragen, Jawa Tengah).
Ciri - Ciri Manusia Purba di Indonesia
1. Meganthropus (Manusia Purba Raksasa)
Fosil Meganthropus ditemukan oleh von Koeningswald di Sangiran tahun 1936 dan 1941. Ia menemukan fosil rahang manusia berukuran besar. Berdasarkan hasil rekonstruksi, para peneliti kemudian menamakannya Meganthropus Paleojavanicus yang berarti manusia raksasa dari Jawa.
Sebab, manusia purba jenis ini memiliki rahang yang besar dan kuat serta badan tegap. Meganthropus diperkirakan hidup di zaman Pleistosen awal dan hidup dengan cara mengumpulkan makanan,, yakni tumbuh-tumbuhan.
Berikut adalah ciri-ciri Meganthropus:
1. Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat
2. Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala
3. Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok
4. Tidak berdagu

2. Pithecanthropus (Manusia Purba Berjalan Tegak)
Fosil manusia purba jenis Pithecanthrophus adalah jenis fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus sendiri berarti manusia kera yang berjalan tegak.
Paling tidak terdapat tiga jenis manusia Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia, yaitu Pithecanthrophus erectus, Pithecanthropus mojokertensis, dan Pithecanthropus soloensis.
Berdasarkan pengukuran umur lapisan tanah, fosil Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia mempunyai umur yang bervariasi, yaitu antara 30.000 sampai 1 juta tahun yang lalu.

Ciri-Ciri Pithecanthropus Erectus
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri Pithecanthropus Erectus, diantaranya adalah:
1. Berjalan tegak, tetapi dalam struktur tengkoraknya mirip dengan struktur kera. Maka dikenal juga dengan manusia kera berjalan tegak.
2. Dengan struktur tengkorak mirip kera, maka dimungkinkan ukuran otaknya kecil.
3. Menyebabkan tingkat kecerdasan jenis manusia purba ini hampir sama namun diatas dengan insting hewan.
4. Pitecanthropus merupakan bangsa atau kaum pengumpul makanan (Food Gathering).
5. Kehidupan primitif pada masa itu tidak akan jauh berbeda dengan kehidupan kera di masa modern. Jenis manusia purba ini sangat di elukan oleh kalangan materialis, karena merupakan bukti adanya mahluk transisi yang menguatkan teori evolusinya Charles Darwin.

Ciri-Ciri Pithecanthropus Soloensis
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri Pithecanthropus Soloensis, diantaranya adalah:
1. Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
2. Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
3. Tinggi sekitar 165–180 cm.
4. Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
5. Memiliki rahang bawah yang kuat.
6. Memiliki tulang pipi yang tebal.
7. Tulang belakang menonjol dan tajam.
8. Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat

Ciri-Ciri Pithecanthropus Mojokertensis
Berikut ini adalah ciri-ciri manusia purba pithecanthropus mojokertensis, diantaranya adalah:
1. Memiliki badan tegap
2. Tidak mempunyai dagu
3. Memiliki kening yang menonjol
4. Tinggi badan 165-180 cm
5. Mempunyai volume otak 750-1.300 cc
6. Tulang geraham dan rangnya lebih kuat
7. Tulang tengkorak tebal
8. Memiliki tulang tengkorak yang lonjong
9. Hidup sekitar 2 sampai 2,5 juta tahun yang lalu

3. Homo (Yang Sempurna)
Fosil jenis Homo ini pertama kali diteliti oleh von Reitschoten di Wajak, lalu penelitian dilanjutkan oleh Eugene Dubois bersama kawa-kwan dan telah menyimpulkan sebagai jenis Homo. Jenis manusia homo ini memiliki ciri-ciri muka lebar, hidung dan mulutnya menonjol.
Pada bagian dahi juga masih tetap menonjol walaupun tidak semenonjol jenis Pithecanthropus. Untuk bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan manusia sekarang. Hidup dan perkembangan jenis manusia ini berkisar 40.000-25.000 tahun yang lalu. Untuk penyebarannya tidak hanya di Kepulauan Indonesia saja tetapi juga di Filipina dan Cina Selatan.
Homo sapiens yang artinya manusia sempurna baik dari segi fisik, volume otak maupun postur badannya yang secara umum tidak jauh berbeda dengan manusia modern. Terkadang Homo sapiens juga diartikan dengan manusa bijak karena telah lebih maju dalam segi berfikir dan menyiasati tantangan alam.
para ahli Paleoanthropologi dapat menggambarkan bahwa perbedaan morfologi antara homo sapiens dengan pendahulunya, Homo erectus. Rangka Homo sapiens kurang kekar posturnya jika dibandingkan dengan Homo erectus salah satu alasannya karena pada bagian tulang belulangnya tidak setebal dan juga tidak sekompak Homo erectus.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa secara fisik Homo sapiens jauh lebih lemah jika dibandingkan pendahulunya, yang memiliki ciri-ciri morfologis dan biometriks Homo sapiens yang menunjukkan karakter yang cukup terbilang lebih berevolusi dan lebih modern jika dibandingan dengan homo erectus. Homo sapiens memiliki kapasitas otak yang jauh lebih besar yakni rata-rata 1.400 cc. Dengan atap tengkorak yang terbilang jauh lebih bundar dan memiliki postur tubuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis Homo erectus yang memiliki tengkorak panjang dan rendah, dengan kapasitas otak 1.000 cc.

Berdasarkan bukti penemuan sejauh ini manusia modern awal dikepulauan Indonesia dan Asia Tenggara paling tidak telah hadir sejak 45.000 tahun yang lalu dalam perkembangannya kehidupan manusia modern ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap yakni :
1. Kehidupan manusia modern awal yang kehadirannya hingga akhir zaman es ( sekitar 12.000 tahun lalu ).
2. Kehidupan manusia modern yang hidupnya belakangan dan memiliki karakter yang berdasarkan fisiknya dikenal dengan sebutan sebagai ras Austromelanesoid.
3. Mulai disekitar 4.000 tahun lalu muncul penghuni baru dikepulauan indonesia yang dikenal sebagai penurut bahasa Austronesia, berdasarkan karakter fisiknya makhluk manusia ini tergolong dalam ras monglid ras inilah yang kemudian berkembang hingga menjadi bangsa indonesia sekarang.

- Homo Sapiens 

Homo Sapiens bisa diartikan sebagai manusia cerdas. Berasal dari zaman holosen. Bentuk tubuh Homo Sapiens sudah menyerupai dengan bentuk orang Indonesia sekarang. Pada masa itu, golongan manusia ini sudah memiliki strukur organisasi dan pembagian tugas.

Berdasarkan penelitian tersebut, tidak hanya bentuk fisik dari manusia purba, tetapi kehidupan sosialnya juga bisa kita kaji. Tentunya dengan penelitian yang intens dan dalam jangka waktu lama.Homo Sapiens mereferensikan bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki kelebihan dalam hal akal. Dengan mempelajari tentang Homo Sapiens, kehidupan kita bisa bertambah dalam khazanah dan pengalaman dengan produk tertentu.


Ciri-Ciri Homo Sapiens
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri homo sapiens, diantaranya adalah:
1.Volume otaknya antara 1.000 cc-1.200 cc;
2. Tinggi badan antara 130-210 m;
3. Otot tengkuk mengalami penyusutan;
4. Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan;
5. Muka tidak menonjol ke depan;
6. Berdiri dan berjalan tegak,
7. Berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.

Dengan melihat spesifikasi diatas, maka bisa kita ketahui bahwa jenis Homo Sapiens sudah menggunakan akalnya. Meskipun dalam hal sederhana, tetapi jenis ini sudah memiliki karakteristik berburu. Tidak hanya mengumpulkan makanan seperti halnya jenis lain.

Homo sapiens juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai banya ragam dan budaya serta ras. Dengan mentahnya teori evolusi pada masa sekarang ini, muncul asumsi bahwa ‘manusia kera’ adalah jenis manusia juga tetapi berbeda ras. Seperti halnya ras Asia, Afrika dan Eropa. Bahkan dengan sesama bangsa Asia pun memiliki keanekaragaman ras dan budaya. Secara telusur, menurut peneliti bahwa didapatkan leluhur manusia seperti ini :
  • Ras Mongoloid, berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus.
  • Ras Mongoloid ini menyebar ke Asia Timur, yakni Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara.
  • Ras Kaukasoid, merupakan ras yang berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Ras ini penyebarannya ke Eropa, ada yang ke India Utara (ras Arya), ada yang ke Yahudi (ras Semit), dan ada yang menyebar ke Arab, Turki, dan daerah Asia Barat lainnya.
  • Ras Negroid, memiliki ciri kulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebaran ras ini ke Australia (ras Aborigin), ke Papua (ras Papua sebagai penduduk asli), dan ke Afrika.

Masuknya Jepang ke Indonesia

 Assalamualaik anak anak Man Kota Singkawang, semoga semuanya dalam keadaan sehat yuk kita lanjut belajarnya, pada materi kali ini kita akan...